Keluarga Tanggapi Dingin

Patung Jenderal HM Sarbini di Taman Kota di Jalan A Yani Kebumen yang sempat dipersoalkan keluarga besarnya.
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Munculnya wacana diusulkannya Jenderal HM Sarbini menjadi pahlawan nasional kepada pemerintah pusat ditanggapi dingin oleh keluarga besarnya. Pasalnya, diakui atau tidak diakui oleh Negara, Jenderal HM Sarbini merupakan seorang pahlawan yang terlibat langsung pada perang kemerdekaan.

Keluarga besar Jenderal HM Sarbini yang diwakili oleh Gatot Amir Pujo Sutono (66) mengaku tidak pernah mengusulkan Almarhum Pakdenya menjadi pahlawan nasional. Menurut pria yang sejak balita hingga lulus SMP tinggal bersama Jenderal HM Sarbini itu, keluarga besar tidak menghendaki pengakuan itu.

“Biarlah Pak Sarbini tenang di Taman Makam Pahlawan sana. Kami sama sekali tidak pernah mengajukan usulan agar diakui menjadi pahlawan nasional. Keluarga besar sama sekali tidak kepingin,” kata pria yang masih keponakan dan anak angkat Jenderal Sarbini ini di kediamannya di Desa Wonosari Kecamatan Kebumen, Selasa (12/11).

Gatot Amir mengaku, sudah banyak orang yang mengaku dari instansi tertentu datang ke kediamannya meminta data pendukung pengusulan Jenderal HM Sarbini. Namun, pihaknya tidak memenuhinya. “Yang namanya pahlawan itu nggak usah diusul-usulkan lah, saya bilang keluarga besarnya tidak tertarik. Diaku ya kena enggak juga kena,” ujarnya.

Gatot menceritakan, bukan hanya usulan tersebut yang tidak dikehendaki keluarga. Saat pembangunan Taman Sarbini, pihaknya juga keberatan dengan pembuatan patung yang saat ini ada di Taman Kota itu. “Pak Sarbini itu kan merupakan tokoh Muhammadiyah, yang pantang dipatungkan. Kita sebenarnya keberatan, tapi karena memaksa untuk kenang-kenangan katanya, ya silahkan,” ungkapnya.

Akhirnya, pihak keluarga terpaksa mengizinkan pembuatan patung itu dengan syarat tidak membuat patung utuh seluruh badan. Pihak keluarga hanya mengijinkan patung setengah badan saja. “Waktu itu, kita disuruh memotong pita, kita nggak mau. Yang namanya berjuang dulu kan yang berjuang saja, nggak perlu dipublikasikan,” tandasnya.

Namun, saat ditanya jika masyarakat menghendaki agar Jenderal HM Sarbini tetap diusulkan menjadi pahlawan nasional, dia tidak berani menjawab. “Pengakuan itu cukup dihati saja. Keluarga ahli waris tidak berkehendak,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Jenderal HM Sarbini merupakan salah satu putra terbaik asal Kabupaten Kebumen. Dia sudah malang melintang di bidang militer dan pemerintahan. Jenderal HM Sarbini lahir di Desa Indrosari Kecamatan Buluspesantren pada 1914. Dia Pernah menjabat Menteri Pertahanan pada tahun 1966 di era Presiden Soekarno, menggantikan Jenderal AH Nasution. Menjabat Pangdam IV/Diponegoro sekitar 1961-1964.

Dalam masa perjuangan, terutama pada tanggal 20 Oktober 1945, dia, yang pada waktu itu berpangkat Letkol, memimpin pasukan Tentara Keamanan Rakyat Resimen Kedu Tengah dan menyerang, serta mengepung tentara Sekutu dan NICA di desa Jambu, Ambarawa yang kemudian dikenal sebagai peristiwa palagan Ambarawa.(ori/bdg/radarbanyumas.co.id)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

Previous Post Next Post