KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Menyikapi maraknya tindak kriminal dengan sasaran toko emas, Polres Kebumen mengumpulkan para pemilik dan pedagang emas di wilayah hukum Polres Kebumen, Selasa (19/11). Mereka mendapat pengarahan langsung dari Kapolres Kebumen AKBP Faizal SIK MH di Gedung Tri Brata Polres Kebumen.
Dalam acara yang diikuti oleh para kabag, kasat tersebut, Kapolres mengajak para pemilik toko emas untuk saling membantu dalam menjaga keamanan dan mencegah tindak kriminal. Upaya yang dilakukan dengan melengkapi toko mereka dengan CCTV.
"Lengkapi dengan CCTV dan Panic Button sehingga bila nanti ada tindak kriminal di tempat Anda, pihak kepolisian terdekat bisa bergerak cepat," ujar Kapolres Kebumen dalam pengarahannya.
Selain itu, Kapolres juga meminta agar toko emas diberi penjaga malam, agar tidak kosong. Kondisi toko yang kosong, sementara didalamnya digunakan untuk menyimpan emas akan memudahkan pelaku beraksi.
Jarak Dekat
Kepada jajaran Polsek, Kapolres memerintahkan untuk mengintensifkan patroli. Selain itu, para kapolsek diminta untuk menyiapkan buku absen di toko-toko emas, kantor perbankan dan objek vital lain.
"Langkah ini dilakukan untuk memudahkan pemantauan sejauh mana pengamanan di masing-masing wilayah," ujarnya.
Sebelumnya, dari hasil labfor Mabes Polri Cabang Semarang, polisi menyimpulkan penembakan terhadap pedagang emas Mulyono (44) warga Desa Tunggalroso, Kecamatan Prembun dilakukan dari jarak dekat. Hal itu terlihat dari serpihan kaca mobil yang pecah berantakan.
Selain itu, polisi juga menemukan fakta bahwa korban perampokan yang terjadi Rabu (13/11) lalu, kehilangan 100 gram emas dan uang tunai Rp 10 juta. Fakta tersebut berbeda dengan pengakuan awal korban kepada wartawan yang menyatakan, para pelaku belum sempat membawa kabur barang miliknya.
( Supriyanto / CN39 / SMNetwork / suaramerdeka.com)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Dalam acara yang diikuti oleh para kabag, kasat tersebut, Kapolres mengajak para pemilik toko emas untuk saling membantu dalam menjaga keamanan dan mencegah tindak kriminal. Upaya yang dilakukan dengan melengkapi toko mereka dengan CCTV.
"Lengkapi dengan CCTV dan Panic Button sehingga bila nanti ada tindak kriminal di tempat Anda, pihak kepolisian terdekat bisa bergerak cepat," ujar Kapolres Kebumen dalam pengarahannya.
Selain itu, Kapolres juga meminta agar toko emas diberi penjaga malam, agar tidak kosong. Kondisi toko yang kosong, sementara didalamnya digunakan untuk menyimpan emas akan memudahkan pelaku beraksi.
Jarak Dekat
Kepada jajaran Polsek, Kapolres memerintahkan untuk mengintensifkan patroli. Selain itu, para kapolsek diminta untuk menyiapkan buku absen di toko-toko emas, kantor perbankan dan objek vital lain.
"Langkah ini dilakukan untuk memudahkan pemantauan sejauh mana pengamanan di masing-masing wilayah," ujarnya.
Sebelumnya, dari hasil labfor Mabes Polri Cabang Semarang, polisi menyimpulkan penembakan terhadap pedagang emas Mulyono (44) warga Desa Tunggalroso, Kecamatan Prembun dilakukan dari jarak dekat. Hal itu terlihat dari serpihan kaca mobil yang pecah berantakan.
Selain itu, polisi juga menemukan fakta bahwa korban perampokan yang terjadi Rabu (13/11) lalu, kehilangan 100 gram emas dan uang tunai Rp 10 juta. Fakta tersebut berbeda dengan pengakuan awal korban kepada wartawan yang menyatakan, para pelaku belum sempat membawa kabur barang miliknya.
( Supriyanto / CN39 / SMNetwork / suaramerdeka.com)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!