KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Masyarakat tampaknya harus semakin berhati-hati karena modus operansi aksi kejahatan semakin berfariasi. Salah satunya, dengan cara mengaku dokter yang sedang nyari kos. Saat lengah, pemilik rumah digendam sehingga barang berharga di dalam rumah dibawa kabur.
RA Puji Hartiyah (85) warga Jalan Soeprapto, Kebumen menjadi korban aksi kejahatan dengan modus tersebut. Emas perhiasan berupa tiga gelang, cincin dan anting-anting milik anaknya hilang. Selain itu uang tunai Rp 3,3 juta miliknya juga dibawa kabur pelaku.
Menurut penuturan korban, peristiwa itu terjadi, Kamis (7/11) sekitar pukul 17.30 Wib. Saat itu datang seorang laki-laki dan perempuan yang mengendarai mobil warna hitam plat B.
Seorang laki-laki mengaku mencarikan tempat kos istrinya, dokter yang baru pindah tugas ke Kebumen. "Saya percaya saja karena, saat datang yang perempuan masih mengenakan baju mirip dokter," ujar Puji Hartiyah saat ditemui Suaramerdeka.com di rumahnya, Jumat (8/11).
Karena memang ada kamar yang kosong, pihaknya bersedia menyewakan salah satu kamar. Selain sepakat untuk menyewa kamar, kedua tamu tersebut juga sempat numpang shalat Maghrib di rumah tersebut. "Saya seperti terhipnotis dan mengikuti saja saat mereka melihat-lihat kamar," imbuhnya.
Kaligrafi Hilang
Perempuan sepuh yang tinggal bersama satu anaknya Sri Hartini (52) dan dua pembantunya itu baru sadar saat kedua tamunya itu sudah pergi. Dia mengetahui uang Rp 3,3 juta yang di simpang kamarnya hilang dan perhiasan milik anaknya yang disimpan di kamar yang berbeda juga raib.
"Lukisan kaligrafi di atas pintu juga raib," ujar Puji mengaku enggan melaporkan secara resmi kejadian itu ke aparat kepolisian.
Kapolres Kebumen AKBP Faizal SIK MH melalui Kapolsek Kebumen Kota AKP Mawakhir SH mengaku sudah mengetahui informasi tersebut. Menurut dia, hingga Jumat siang, pihaknya belum menerima laporan dari korban.
"Kami masih menyelidiki kejadian ini. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai orang terutama tamu yang baru dikenal, sehingga peristiwa semacam ini tidak terulang kembali," ujar Mawakhir di Mapolres Kebumen.
( Supriyanto / CN33 / SMNetwork / suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
RA Puji Hartiyah (85) warga Jalan Soeprapto, Kebumen menjadi korban aksi kejahatan dengan modus tersebut. Emas perhiasan berupa tiga gelang, cincin dan anting-anting milik anaknya hilang. Selain itu uang tunai Rp 3,3 juta miliknya juga dibawa kabur pelaku.
Menurut penuturan korban, peristiwa itu terjadi, Kamis (7/11) sekitar pukul 17.30 Wib. Saat itu datang seorang laki-laki dan perempuan yang mengendarai mobil warna hitam plat B.
Seorang laki-laki mengaku mencarikan tempat kos istrinya, dokter yang baru pindah tugas ke Kebumen. "Saya percaya saja karena, saat datang yang perempuan masih mengenakan baju mirip dokter," ujar Puji Hartiyah saat ditemui Suaramerdeka.com di rumahnya, Jumat (8/11).
Karena memang ada kamar yang kosong, pihaknya bersedia menyewakan salah satu kamar. Selain sepakat untuk menyewa kamar, kedua tamu tersebut juga sempat numpang shalat Maghrib di rumah tersebut. "Saya seperti terhipnotis dan mengikuti saja saat mereka melihat-lihat kamar," imbuhnya.
Kaligrafi Hilang
Perempuan sepuh yang tinggal bersama satu anaknya Sri Hartini (52) dan dua pembantunya itu baru sadar saat kedua tamunya itu sudah pergi. Dia mengetahui uang Rp 3,3 juta yang di simpang kamarnya hilang dan perhiasan milik anaknya yang disimpan di kamar yang berbeda juga raib.
"Lukisan kaligrafi di atas pintu juga raib," ujar Puji mengaku enggan melaporkan secara resmi kejadian itu ke aparat kepolisian.
Kapolres Kebumen AKBP Faizal SIK MH melalui Kapolsek Kebumen Kota AKP Mawakhir SH mengaku sudah mengetahui informasi tersebut. Menurut dia, hingga Jumat siang, pihaknya belum menerima laporan dari korban.
"Kami masih menyelidiki kejadian ini. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai orang terutama tamu yang baru dikenal, sehingga peristiwa semacam ini tidak terulang kembali," ujar Mawakhir di Mapolres Kebumen.
( Supriyanto / CN33 / SMNetwork / suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!