KLIRONG (www.beritakebumen.info) - Warga eksodan Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong diresahkan dengan adanya penipuan bermodus tukang deres kelapa atau pencari nira kelapa.
Penipuan yang sudah berlangsung lama itu baru disadari warga saat tukang deres tersebut kabur dari wilayah Desa Tanggulangin. Akibatnya, warga mengalami kerugian belasan juta rupiah.
Salah satu korban penipuan, HM Yassin Ibrahim yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Klirong mengatakan, awalnya pelaku meminta pinjaman sejumlah uang guna mendukung usahanya.
Pelaku yang diketahui sebanyak empat orang itu berkomitmen akan mengembalikan uang dalam bentuk setoran gula merah setiap minggu.
Pada tahap awal, proses setoran berjalan lancar tanpa kendala. Bahkan, pelaku berani meminta pinjaman uang lagi guna membeli sejumlah perangkat usaha.
Namun, setelah menerima uang penipu tersebut kabur dari wilayah eksodan. "Mereka itu pendatang, bukan warga Tanggulangin. Saya sendiri kena tipu Rp 13 juta. Penipu itu juga membawa uang pinjaman dari PNPM," tuturnya, Minggu (13/10).
Yassin menjelaskan, penipuan itu diduga tidak hanya menimpa dirinya, tapi juga menimpa warga desa yang lain.
Pihaknya memberikan pinjaman uang itu lantaran yakin terhadap kepercayaan yang diberika pelaku, sekaligus berniat untuk menolong perajin gula merah. "Kami baru sadar, setelah penipu itu kabur dari wilayah eksodan," ujar dia.
Pihaknya saat ini sedang melacak sejumlah warga yang menjadi korban penipuan tersebut dan akan melaporkan kasus ini kepada polisi.
Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dengan modus penipuan itu agar tidak jatuh korban lagi.
( Rinto Hariyadi / CN33 / SMNetwork / suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Penipuan yang sudah berlangsung lama itu baru disadari warga saat tukang deres tersebut kabur dari wilayah Desa Tanggulangin. Akibatnya, warga mengalami kerugian belasan juta rupiah.
Salah satu korban penipuan, HM Yassin Ibrahim yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Klirong mengatakan, awalnya pelaku meminta pinjaman sejumlah uang guna mendukung usahanya.
Pelaku yang diketahui sebanyak empat orang itu berkomitmen akan mengembalikan uang dalam bentuk setoran gula merah setiap minggu.
Pada tahap awal, proses setoran berjalan lancar tanpa kendala. Bahkan, pelaku berani meminta pinjaman uang lagi guna membeli sejumlah perangkat usaha.
Namun, setelah menerima uang penipu tersebut kabur dari wilayah eksodan. "Mereka itu pendatang, bukan warga Tanggulangin. Saya sendiri kena tipu Rp 13 juta. Penipu itu juga membawa uang pinjaman dari PNPM," tuturnya, Minggu (13/10).
Yassin menjelaskan, penipuan itu diduga tidak hanya menimpa dirinya, tapi juga menimpa warga desa yang lain.
Pihaknya memberikan pinjaman uang itu lantaran yakin terhadap kepercayaan yang diberika pelaku, sekaligus berniat untuk menolong perajin gula merah. "Kami baru sadar, setelah penipu itu kabur dari wilayah eksodan," ujar dia.
Pihaknya saat ini sedang melacak sejumlah warga yang menjadi korban penipuan tersebut dan akan melaporkan kasus ini kepada polisi.
Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dengan modus penipuan itu agar tidak jatuh korban lagi.
( Rinto Hariyadi / CN33 / SMNetwork / suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!