Digagas Data Base Kemiskinan Terbaru

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Peta terakhir kemiskinan masyarakat Kabupaten Kebumen dan potensi-potensi pemberdayaan masyarakat berhasil dirumuskan menjadi data base yang bisa menjadi acuan bersama untuk program pengentasan kemiskinan.Perumusan database itu dilakukan pada acara Lokakarya Midterm Review Program Nasional Masyarakat Mandiri Perkotaaan (PNPM-MP)pada 19-20 September lalu.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber seperti Kepala Bappeda yang juga selaku Sekertaris Tim Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKP2KD) Drs Sabar Irianto, Advisory PNPM MP Anang Fahmi Lukmawan Putra S Sos MM, PPK PNPM Agus Hanafi ST MT. Sedang sebagai pembahas pemberi masukan dari aktivis LSM Formasi Kebumen Mustika Aji SPd. Lokakarya yang dibuka Wakil Bupati Djuwarni AMd Pd itu juga diikuti 41 peserta, terdiri atas jajaran SKPD, unsur BKM, perguruan tinggi, LSM dan media massa.

Koordinator Kota PNPM-MP Kabupaten Kebumen, Haris Triyanto S Sos mengatakan, adanya data base kemiskinan terakhir ini, selain membuat kesepahaman antar semua pihak peduli juga membuka peluang kerjasama berkelanjutan dalam PNPM-MP. “Rekomondasi yang lain adalah pengembangan dan pemeliharaan aset warga miskin berbasis ekonomi kreatif, workshop dan peningkatan kapasitas kader TKP2KD yang harus segera dilakukan,” ujar Haris Triyanto, di kantornya, Kamis (24/10).

Menurut Haris, rekomendasi itu merupakan hasil kajian bersama dalam lokakarya yang bertujuan memperkuat pemahaman yang utuh tentang persoalan kemiskinan. Lokakarya juga mengevaluasi pelaksanaan program PNPM MP tingkat Kabupaten Kebumen yang sudah berjalan. Pada lokakarya tersebut juga dilakukan sosialisasi program berkelanjutan dan pemantapan kinerja Tim Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKP2KD).

Haris mengungkapkan, jumlah bantuan langsung masyarakat PNPM-MP mulai 2005 hingga 2013 mencapai Rp 120.649.263.352. Jumlah tersebut terdiri atas tiga sumber, yakni dari APBN sebanyak Rp 84.035.492.350, APBD sebanyak Rp 14.449.026.400 dan dari swadaya masyarakat sebanyak Rp 22.164.744.602. Bantuan tersebut sampai sekarang masih berjalan di masyarakat sebagai upaya pengentasan kemiskinan di Kebumen.

Dia mengatakan, bantuan tersebut direalisasikan dalam berbagai program, diantaranya pembangunan sarana fisik jalan dan simpan pinjam berkelanjutan. Dana tersebut diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat miskin yang ada di Kebumen. “Program PNPM-MP di Kebumen terealisasi di 54 desa,” katanya.

Haris menambahkan, program PNPM merupakan salah satu program pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat dengan mendorong adanya perubahan pola pikir baik yang ada di masyarakat, pemerintah daerah serta pihak peduli. Dengan pendekatan ini diharapkan tercapai adanya kemandiran dalam penanggulangan kemiskinan.(ori/radarbanyumas)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

Previous Post Next Post