KLIRONG (www.beritakebumen.info) - Dua awak kapal yang terdampar di Pantai Tanggulangin, Kecamatan Klirong pada Minggu (15/9) lalu akan dipulangkan ke tempat asalnya. Pihak Polres Kebumen saat ini sudah menyerahkan kedua awak kapal yakni Abdullah Palelo (34) dan Hari Takji (26) kepada pihak Disnakertransos Kebumen untuk dipulangkan ke Kelurahan Londalusi, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.
Kasubag Humas Polres Kebumen, AKP Wasidi didampingi Kapolsek Klirong, AKP R Widiyanto SH mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Disnakertransos Kebumen terkait pemulangan awak kapal yang terdampar di Pantai Tanggulangin.
Kedua awak kapal itu akan dipulangkan lantaran kehabisan bekal, sementara kondisi kapal sudah rusak dan tak bisa difungsikan. "Kami serahkan awak kapal itu ke Disnakertransos Kebumen untuk dipulangkan," katanya, Selasa (17/9).
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebuah kapal calon pengangkut imigran gelap terdampar di Pantai Tanggulangin, Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong.
Kapal tersebut sedianya berlayar dari Sulawesi menuju salah satu pantai di Jawa Barat untuk membawa imigran gelap yang akan dikirim Australia.
Namun, sebelum mengangkut imigran gelap, kapal tersebut kabur dan mengurungkan niatnya lantaran ada razia dari pihak pengamanan wilayah setempat. Kapal tersebut akhirnya terdampar di Pantai Tanggulangin karena kehabisan bahan bakar.
Kadus Tuaburu, Desa Tanggulangin, Kasimin mengatakan, sampai saat ini bangkai kapal masih berada di Pantai Tanggulangin dengan kondisi rusak akibat dijarah warga, mulai dari mesin sampai kayu material kapal. Material kayu itu diambil warga untuk dijadikan kayu bakar.
Pihaknya mengaku sudah berupaya mencegah penjarahan tersebut, tetapi tak berhasil mengingat banyaknya warga yang mencopot material bangkai kapal. "Yang tersisa saat ini hanya rangka kapal yang sudah mulai terseret ombak dan bergeser sekitar 20 meter dari lokasi temuan awal," tuturnya.
Kondisi kapal yang memiliki ukuran panjang 15 meter, lebar 7 meter dan tinggi 3 meter dengan kapasitas muatan 25 ton dan kapasitas mesin 8 silinder itu saat ini rusak tak berbentuk dan tak bisa lagi difungsikan.
( Rinto Hariyadi / CN19 / SMNetwork /suaramerdeka.com)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Kasubag Humas Polres Kebumen, AKP Wasidi didampingi Kapolsek Klirong, AKP R Widiyanto SH mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Disnakertransos Kebumen terkait pemulangan awak kapal yang terdampar di Pantai Tanggulangin.
Kedua awak kapal itu akan dipulangkan lantaran kehabisan bekal, sementara kondisi kapal sudah rusak dan tak bisa difungsikan. "Kami serahkan awak kapal itu ke Disnakertransos Kebumen untuk dipulangkan," katanya, Selasa (17/9).
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebuah kapal calon pengangkut imigran gelap terdampar di Pantai Tanggulangin, Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong.
Kapal tersebut sedianya berlayar dari Sulawesi menuju salah satu pantai di Jawa Barat untuk membawa imigran gelap yang akan dikirim Australia.
Namun, sebelum mengangkut imigran gelap, kapal tersebut kabur dan mengurungkan niatnya lantaran ada razia dari pihak pengamanan wilayah setempat. Kapal tersebut akhirnya terdampar di Pantai Tanggulangin karena kehabisan bahan bakar.
Kadus Tuaburu, Desa Tanggulangin, Kasimin mengatakan, sampai saat ini bangkai kapal masih berada di Pantai Tanggulangin dengan kondisi rusak akibat dijarah warga, mulai dari mesin sampai kayu material kapal. Material kayu itu diambil warga untuk dijadikan kayu bakar.
Pihaknya mengaku sudah berupaya mencegah penjarahan tersebut, tetapi tak berhasil mengingat banyaknya warga yang mencopot material bangkai kapal. "Yang tersisa saat ini hanya rangka kapal yang sudah mulai terseret ombak dan bergeser sekitar 20 meter dari lokasi temuan awal," tuturnya.
Kondisi kapal yang memiliki ukuran panjang 15 meter, lebar 7 meter dan tinggi 3 meter dengan kapasitas muatan 25 ton dan kapasitas mesin 8 silinder itu saat ini rusak tak berbentuk dan tak bisa lagi difungsikan.
( Rinto Hariyadi / CN19 / SMNetwork /suaramerdeka.com)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!