| Bendung Kedungsamak didukung sistem interkoneksi dari beberapa bendung gerak, mendukung IP-300 pada lahan seluas 6.758 hektare. (Foto: Sukmawan) |
Prestasi dari Kebumen itu diungkapkan Kepala Dinas Sumberdaya Air Pertambangan dan Energi Kabupaten Kebumen, Ir Suhartomo MT, bersama Kepala Bidang Irigasi, Muchtarom SST, Senin (23/9/2013).
Diungkapkan, dalam tahap paparan kegiatan yang berlangsung di Kendari Sulawesi Tenggara, UPTD Kedungsamak meraih nilai tertinggi mengalahkan wakil dari Jawa Timur yang berada diperingkat dua, dan wakil Sulawesi Selatan di urutan tiga. Setelah paparan kegiatan, akan dilanjut penilaian lapangan pada 18 Oktober 2013.
UPTD Kedungsamak menanggung beban lahan seluas 6.758 hektare. Selama dua tahun terakhir, berhasil dicapai IP 300 persen meski kondisi air sangat terbatas. Keberhasilan itu didukung sistem interkoneksi dari beberapa bendung gerak.
Komitmen dan dukungan anggaran dari Pemkab Kebumen terhadap OP jaringan irigasi, juga menentukan dalam penilaian lomba. Dikatakan, dukungan anggaran Pemkab Kebumen cukup besar hingga mencapai Rp 5 miliar. "Untuk Kedungsamak, tahun ini dianggarkan Rp 815 juta," ujarnya. (Suk/krjogja.com)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!