GOMBONG (www.beritakebumen.info) - Kompleks Pasar Wonokriyo Gombong semakin semrawut setelah ratusan pedagang sayur, bumbu, buah, daging dan aneka bahan pangan lainnya meninggalkan bangunan gedung pasar dan menduduki lahan bongkar muat di bagian utara bangunan pasar. Eksodusnya ratusan pedagang itu berakibat lahan bongkar muat seluas 5.000 meter pesegi kini 'habis' terisi lapak-lapak darurat pedagang.
Pedagang yang tak kebagian tempat di lahan itu,memilih berjualan di sebagian badan jalan aspal yang seharusnya digunakan untuk kendaraan bermotor.
Akibatnya, berbagai jenis kendaraan bermotor yang keluar masuk kompleks pasar pun harus ekstra hati-hati saat melewati ruas jalan yang ada di dalam kompleks pasar. Padahal, di dalam kompleks pasar juga terdapat Terminal Non Bus yang selalu dipadati calon penumpang dan puluhan kendaraan angkutan umum.
" Menghadapi sikap mereka, kami sudah benar-benar kewalahan. Mereka memang sudah sulit dikendalikan agar tetap di dalam gedung pasar. Sekarang, di dalam gedung hanya tinggal pedagang pakaian, sandal, sembako, makanan kering dan segelintir pedagang
sayur, bumbu dan buah yang mau bertahan. Sedangkan di gedung los daging dari 25 pedagang daging ayam dan sapi, kini hanya tinggal 3 pedagang yang masih bertahan," ujar Staf Unit Pelaksana Teknis Daerah Kantor Pasar Wonokriyo Gombong, Maskur, di ruang
kerjanya, Selasa (24/09/2013).
Keengganan pedagang berjualan di dalam gedung pasar itu menurut Maskur adalah alasan sepinya pembeli. Semula, memang hanya puluhan pedagang saja yang berjualan di lahan bongkar muat. Namun seiring dengan berjalannya waktu, kendati sering dirazia Satpol PP, semakin banyak pula pedagang yang pindah berjualan ke lahan itu.
" Sampai akhirnya hampir seluruh pedagang sayur, bumbu, buah dan daging keluar dari gedung pasar.Kami sudah tak mampu menertibkan, karena mereka benar-benar sudah nekad," jelas Maskur.(Dwi/Krjogja)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Pedagang yang tak kebagian tempat di lahan itu,memilih berjualan di sebagian badan jalan aspal yang seharusnya digunakan untuk kendaraan bermotor.
Akibatnya, berbagai jenis kendaraan bermotor yang keluar masuk kompleks pasar pun harus ekstra hati-hati saat melewati ruas jalan yang ada di dalam kompleks pasar. Padahal, di dalam kompleks pasar juga terdapat Terminal Non Bus yang selalu dipadati calon penumpang dan puluhan kendaraan angkutan umum.
" Menghadapi sikap mereka, kami sudah benar-benar kewalahan. Mereka memang sudah sulit dikendalikan agar tetap di dalam gedung pasar. Sekarang, di dalam gedung hanya tinggal pedagang pakaian, sandal, sembako, makanan kering dan segelintir pedagang
sayur, bumbu dan buah yang mau bertahan. Sedangkan di gedung los daging dari 25 pedagang daging ayam dan sapi, kini hanya tinggal 3 pedagang yang masih bertahan," ujar Staf Unit Pelaksana Teknis Daerah Kantor Pasar Wonokriyo Gombong, Maskur, di ruang
kerjanya, Selasa (24/09/2013).
Keengganan pedagang berjualan di dalam gedung pasar itu menurut Maskur adalah alasan sepinya pembeli. Semula, memang hanya puluhan pedagang saja yang berjualan di lahan bongkar muat. Namun seiring dengan berjalannya waktu, kendati sering dirazia Satpol PP, semakin banyak pula pedagang yang pindah berjualan ke lahan itu.
" Sampai akhirnya hampir seluruh pedagang sayur, bumbu, buah dan daging keluar dari gedung pasar.Kami sudah tak mampu menertibkan, karena mereka benar-benar sudah nekad," jelas Maskur.(Dwi/Krjogja)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

woow
ReplyDeletePost a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!