Menantu Racuni Mertua

KARANGSAMBUNG (www.beritakebumen.info) - Entah apa yang ada di pikiran Bambang Suwiko (24) warga RT02/RW01 Desa Tlepok Kecamatan Karangsambung ini. Dia tega melakukan percobaan pembunuhan menggunakan racun tikus kepada mertua dan adiknya. Untung saja, korban tidak sampai meninggal dunia, karena warga segera memberi pertolongan dan membawa ke petugas kesehatan.

Ibu mertua, Sutinah (65), saat ditemui di kediamannya (17/9) di Desa Tlepok RT02/RW01 Karangsambung, kondisinya sudah membaik dan sehat. Ia menceritakan, pada malam Sabtu (13/9) Suwiko, panggilan akrabnya, entah habis pergi dari mana, tiba di rumah selepas mahgrib. Namun Sutinah melihat gelagat Suwiko nampak tak seperti biasanya. Nampak gelisah dan mondar-mandir. Saat Sutinah sedang duduk di ruang tamu sambil merokok, tiba-tiba Suwiko sang menantu menawari kopi. Tawaran itupun diterima Sutinah tanpa menimbulkan kecurigaan. Saat kopi diminum, dan belum habis, karena disambi merokok, tiba-tiba kepala Sutinah pusing dan terasa mual. Tapi ketika melihat Suwiko, saat itu menantunya sudah tidak ada di sampingnya. Dipanggilpun sudah tidak menyahut. Sutinah lantas memanggil anak perempuannya di kamar belakang yang sedang menidurkan anak yang masih kecil. “Tolong antarkan saya ke rumah sakit, kepala saya pusing dan perut mual,”kata Sutinah terburu-buru karena sudah tidak tahan.

Anak perempuannyapun segera bergegas mengantarkan ke rumah sakit. Selesai diberi obat, lantas pulang. Saat itu dia tidak mengetahui kalau dirinya keracunan. Sehari diberi obat, pusing kepala dan mualnya sudah hilang.

Pada malam minggu (15/9), Abidin (28) putra Sutinah, sedang asik bermain facebook di ruang tamu, kronologinya hampir sama, Suwiko menawari kopi kepada Abidin, diapun mau. “Saat saya minum kopi itu, kepala pusing muter-muter dan perut seperti dikocok, akhirnya muntah,” terang Abidin.

Abidinpun langsung dilarikan ke rumah sakit setempat dan nyawanya terselamatkan. Karena kejadian sudah dua kali, lantas kecurigaanpun langsung ditujukan pada Suwiko. Dengan bantuan aparat desa dan pemuda setempat, Suwiko ditangkap dan diintrogasi, ia mengakui perbuatannya. Saat ditanya sisa racunnya apa masih ada, ternyata masih ada dua bungkus yang diletakan di dompet sakunya.

“Belum lagi dia diproses ke kepolisian, selesai diitrogasi ia pura-pura mau kebelakang, ternyata Suwiko kabur melalui pintu belakang rumah,”terang Abidin.

Abidin melanjutkan, sampai sekarang Suwiko belum diketemukan dan sedang dalam pencarian warga. Namun semenjak kasus itu terjadi, pihak keluarga belum mau melaporkan ke pihak berwajib. Rencananya, kalau pelaku sudah tertangkap, langsung akan diserahkan ke polisi.

Menurut keterangan Midin (65), mertua laki-laki Suwiko menduga, perbuatan Suwiko dilatarbelakangi karena istri Suwiko sedang meminta cerai.Namun Suwiko sendiri tidak mau menceraikan istrinya. Karena kesal, akhirnya berbuat nekad seperti itu. “Bahkan Suwiko sendiri pernah mengancam seluruh anggota keluarga akan dibunuh semua. Saya kira ucapan itu hanya gertakan saja, karena sedang marah. Ternyata ucapan itu, benar-benar diwujudkan, menggunakan racun tikus yang dijual di toko-toko,”imbuhnya (har/bdg/radarbanyumas.co.id)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

أحدث أقدم