| Proses pengeringan biji kakao (Foto: Dasih) |
"Dengan kualitas buah harga yang membaik saat ini, kami jadi bersemangat kembali berbudidaya kakao. Di samping
pengolahan bijinya tak menguras tenaga, harga juga sudah mulai membaik dibandingkan bulan lalu," ungkap Ny Surip
(50), petani kakao Dukuh Kedungsamak Desa Jemur Kecamatan Pejagoan Kebumen, di rumahnya, Senin (02/09/2013).
Dia menjelaskn hasil panen petani kakao Kebumen selama bulan Agustus 2013 dihargai pedagang Rp 14 ribu sampai Rp 15 ribu/kilogram. Bahkan, bila biji yang dijual hanya terdiri dari biji kelas 1, maka pedagang berani menghargai Rp 15 ribu/kilogram. Sedangkan bila biji merupakan campuran dari biji kelas 1 dan kelas 2, harganya Rp 14 ribu/kilogram. Harga baru itu melegakan petani karena lebih tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya yang
hanya Rp 11 ribu sampai Rp 13 ribu/kilogram.
"Namun mengingat kualitas buahnya jelek akibat banyak hujan, saat itu biji kakao kami lebih sering dihargai
Rp 11 ribu perkilogramnya," jelas Ny Surip. (Dwi/krjogja.com)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!