Gagal Panen, Petani 'Rambah' Bukit Wadas

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Tak adanya penggarapan lahan sawah akibat ketiadaan air irigasi menyebabkan para buruh tani Desa Wonosari Kecamatan/Kabupaten Kebumen kesulitan ekonomi. Begitu pula nasib petani lahan pasang surut Desa Roworejo Kebumen yang terkena gagal panen karena keringnya irigasi. Akibat kesulitan ekonomi itu, sebagian dari mereka pun
memilih merambah bukit wadas di Dukuh Pager Kodok Desa Wonosari sebagai buruh penggali wadas dan sebagian lainnya sebagai kuli muat wadas.

"Demi menyelamatkan periuk nasi kami, kami putuskan jadi kuli tambang di sini," ungkap Bajuri (40), warga Roworejo, saat beristirahat 'menggempur' tanah wadas bukit Pager Kodok cangkul dan linggis, Minggu (22/09/2013).

Seperti petani lahan pasang surut lainnya, Bajuri sudah mengeluarkan modal cukup banyak untuk bertanam padinya. Saat tanamannya puso, Bajuri pun mengalami kerugian.Padahal sebagian dari modalnya itu adalah uang pinjaman.

"Begitu gagal panen itu kami putar otak guna penyelamatan periuk nasi. Selain menjual jerami padi, teman kami ada yang menjadi buruh pembuatan tas, kuli bangunan dan buruh penambang di sini," jelas Bajuri.

Di bukit wadas Pager Kodok yang sudah dieksploitasi sejak tahun 1973 itu menurut Muhammad Saebani (60), koordinator penambangan, kegiatan penambangan sulit dikurangi. Khususnya di musim kemarau yang tak ada kegiatan pertanian di sawah yang oleh warga setempat diistilahkan 'musim paceklik'. Selain itu, tanah wadas memang dikenal bagus sebagai tanah urug dalam pembuatan fondasi bangunan.

"Semua yang kerja di sini semata-mata karena kepepet kesulitan ekonomi. Sedikitnya dalam satu hari sejak jam tujuh pagi sampai 4 sore ada 7 kelompok penambang terdiri dari 70 sampai 80 orang yang mencari nafkah di bukit ini," ujar Saebani.

Harga tanah wadas saat ini mencapai Rp 60 ribu sampai Rp 90 ribu/truk, tergantung berapa volume tanah wadasnya. Tiap kelompok dalam satu hari bisa menjual 3 atau 4 truk tanah wadas. Selain untuk membeli bensin, hasil penjualannya dibagikan kepada anggota kelompok. (krjogja/Dwi)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

أحدث أقدم