KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Pengucuran Dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) untuk SMA/SMK/MA di Kabupaten Kebumen belum jelas nasibnya. Sebab hingga saat ini dana tersebut belum dapat dicairkan.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Kebumen, Dra Dyah Woro Palupi mengatakan, penyebab keterlambatan pengucuran BSM untuk SMA/SMK/MA tersebut dikarenakan belum turunnya dana dari pemerintah pusat. “Memang untuk SMA/SMK/MA mengalami keterlambatan, dananya belum sampai di rekening siswa,” ujar Dyah Woro Palupi didampingi Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dikpora, Drs H Sudirman saat jumpa pers di Press Center Kebumen, Kamis (19/9).
Tak hanya itu, BSM untuk SD dari kuota penerima sebanyak 49.260 siswa yang dapat dicairkan baru sebanyak 26.185. Sedangkan, untuk SMP dari kuota 15.853 siswa yang dicairkan baru 1.768 siswa.
Dyah Woro Palupi menjelaskan, kuota penerima BSM SD, SMP, dan SMA/SMK di Kabupaten Kebumen mencapai 77.452 penerima. Namun, berdasarkan usulan yang didasarkan pada keluarga pemegang Kartu Perlindungan Sosial (KPS) sebanyak 55.885. Sedangkan berdasarkan usulan sekolah sejumlah 30.083 penerima. Sehingga jumlah usulan penerima BSM di Kabupaten Kebumen melebihi kuota yang telah ditentukan, yakni mencapai 85.968 usulan.
Dia menegaskan, saat ini penerima BSM diprioritaskan bagi siswa yang orang tuanya memegang KPS. Bagi siswa SD menerima Rp 225 ribu per smester, SMP Rp 375 ribu per smester, dan SMA/SMK/MA Rp 500 ribu per smester. Dana bantuan tersebut dicairkan langsung ke rekening siswa, bukan lewat kantor pos. Oleh sebab itu program BSM ini dinilai tepat sasaran. Pencairan BSM sendiri, kata dia, hanya dilakukan di Bank Jateng.
“Pembagian BSM sendiri harus mengikuti program kebijakan pemerintah atas kenaikan harga BBM. BSM hanya dapat diambil dengan menggunakan KPS. Untuk penyalurannya langsung ke rekening siswa, sehingga kecil kemungkinannya terjadi penyalahgunaan,” terang dia.
Program BSM sendiri memiliki tujuan diantaranya, untuk mencegah siswa putus sekolah dikarenakan faktor kesulitan biaya. Membantu siswa miskin dalam memenuhi kebutuhan personal dalam kegiatan pembelajaran.
BSM dapat dimanfaatkan oleh penerimanya untuk pembelian buku dan alat tulis sekolah. Pembelian pakaian dan perlengkapan sekolah seperti tas, sepatu. Biaya transportasi ke sekolah, uang saku siswa, maupun biaya kursus/les tambahan.
Selain itu, siswa miskin juga mendapat kompensasi atas kenaikan harga BBM masing-masing sebesar Rp 200 ribu setahun. (ori/din/radarbanyumas.co.id)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Kebumen, Dra Dyah Woro Palupi mengatakan, penyebab keterlambatan pengucuran BSM untuk SMA/SMK/MA tersebut dikarenakan belum turunnya dana dari pemerintah pusat. “Memang untuk SMA/SMK/MA mengalami keterlambatan, dananya belum sampai di rekening siswa,” ujar Dyah Woro Palupi didampingi Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dikpora, Drs H Sudirman saat jumpa pers di Press Center Kebumen, Kamis (19/9).
Tak hanya itu, BSM untuk SD dari kuota penerima sebanyak 49.260 siswa yang dapat dicairkan baru sebanyak 26.185. Sedangkan, untuk SMP dari kuota 15.853 siswa yang dicairkan baru 1.768 siswa.
Dyah Woro Palupi menjelaskan, kuota penerima BSM SD, SMP, dan SMA/SMK di Kabupaten Kebumen mencapai 77.452 penerima. Namun, berdasarkan usulan yang didasarkan pada keluarga pemegang Kartu Perlindungan Sosial (KPS) sebanyak 55.885. Sedangkan berdasarkan usulan sekolah sejumlah 30.083 penerima. Sehingga jumlah usulan penerima BSM di Kabupaten Kebumen melebihi kuota yang telah ditentukan, yakni mencapai 85.968 usulan.
Dia menegaskan, saat ini penerima BSM diprioritaskan bagi siswa yang orang tuanya memegang KPS. Bagi siswa SD menerima Rp 225 ribu per smester, SMP Rp 375 ribu per smester, dan SMA/SMK/MA Rp 500 ribu per smester. Dana bantuan tersebut dicairkan langsung ke rekening siswa, bukan lewat kantor pos. Oleh sebab itu program BSM ini dinilai tepat sasaran. Pencairan BSM sendiri, kata dia, hanya dilakukan di Bank Jateng.
“Pembagian BSM sendiri harus mengikuti program kebijakan pemerintah atas kenaikan harga BBM. BSM hanya dapat diambil dengan menggunakan KPS. Untuk penyalurannya langsung ke rekening siswa, sehingga kecil kemungkinannya terjadi penyalahgunaan,” terang dia.
Program BSM sendiri memiliki tujuan diantaranya, untuk mencegah siswa putus sekolah dikarenakan faktor kesulitan biaya. Membantu siswa miskin dalam memenuhi kebutuhan personal dalam kegiatan pembelajaran.
BSM dapat dimanfaatkan oleh penerimanya untuk pembelian buku dan alat tulis sekolah. Pembelian pakaian dan perlengkapan sekolah seperti tas, sepatu. Biaya transportasi ke sekolah, uang saku siswa, maupun biaya kursus/les tambahan.
Selain itu, siswa miskin juga mendapat kompensasi atas kenaikan harga BBM masing-masing sebesar Rp 200 ribu setahun. (ori/din/radarbanyumas.co.id)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!