KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Program sehari tanpa kenderaan (Car Free Day) di empat ruas jalan Alun-Alun Kebumen
setiap Minggu pagi ternyata berhasil menjadikan kawasan tersebut menjadi ruang publik dan selalu dipadati masyarakat. Bahkan, menjadi kawasan ekonomi.
"engan kegiatan ekonomi yang marak itu maka bisa dikatakan sebagian tujuan dari program ini yaitu menjadikannya sebagai kawasan ekonomi rakyat setiap Minggu pagi, tercapai," ungkap Ketua Forum Kajian Usaha Ekonomi Kerakyatan (FKUEK) Kebumen, Titi Sutrisno SE, di Sekretariat FKUEK Kebumen, Minggu (01/09/2013).
Menurut Titi meskipun waktu berjualan pedagang hanya 3 sampai 4 jam, namun berhasil meraup omset yang lebih tinggi dibandingkan saat berjualan hari biasa di tempat lain. Karena itu, kawasan tersebut mampu menggairahkan perekonomian mingguan sebagian warga Kebumen dan menjadikan kawasan Alun-Alun Kebumen sebagai tempat rekreasi
yang sehat dan murah. (Dwi/krjogja.com)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
setiap Minggu pagi ternyata berhasil menjadikan kawasan tersebut menjadi ruang publik dan selalu dipadati masyarakat. Bahkan, menjadi kawasan ekonomi.
"engan kegiatan ekonomi yang marak itu maka bisa dikatakan sebagian tujuan dari program ini yaitu menjadikannya sebagai kawasan ekonomi rakyat setiap Minggu pagi, tercapai," ungkap Ketua Forum Kajian Usaha Ekonomi Kerakyatan (FKUEK) Kebumen, Titi Sutrisno SE, di Sekretariat FKUEK Kebumen, Minggu (01/09/2013).
Menurut Titi meskipun waktu berjualan pedagang hanya 3 sampai 4 jam, namun berhasil meraup omset yang lebih tinggi dibandingkan saat berjualan hari biasa di tempat lain. Karena itu, kawasan tersebut mampu menggairahkan perekonomian mingguan sebagian warga Kebumen dan menjadikan kawasan Alun-Alun Kebumen sebagai tempat rekreasi
yang sehat dan murah. (Dwi/krjogja.com)
CFD Jadi Sentra Kuliner
Banyaknya warga yang datang ke alun-alun Kebumen setiap Minggu pagi, dimanfaatkan warga untuk menjajakan bermacam barang dagangan. Mulai dari produk pakaian jadi, sepatu, aksesoris wanita, mainan anak-anak, hingga beraneka macam jenis kuliner.
Dari pantauan di lapangan, Minggu (1/9), dari ratusan pedagang yang berjualan di seputar alun-alun didominasi oleh penjual produk makanan. Bermacam jenis makanan dijual, mulai dari Sate Ambal, soto, ketoprak, bubur ayam, aneka gorengan, tak ketinggalan makanan khas Kebumen nasi penggel.
Penjual nasi penggel asal Desa Karangpoh Kecamatan Pejagoan, Suratman, yang setiap pagi berjualan di alun-alun sebelah barat mengaku, setiap Minggu dia selalu menambah dagangannya dua kali lipat dari hari biasa. Hal ini dilakukan karena setiap Minggu warga yang membeli makanan untuk sarapan itu jauh lebih ramai. “Kalau Minggu biasanya lebih banyak dari hari biasa,” ujar Suratman saat melayani pelanggannya.
Salah seorang warga, Rahmat (32), warga Alian mengatakan, setiap Minggu dia bersama anak dan istrinya rutin datang ke alun-alun untuk berolahraga dan mencari udara segar. “Sekalian nyari sarapan, dan memang biasa di nasi penggel ini,” kata Rahmat yang mengaku datang menaiki sepeda ontel, kemarin.
Sejak diluncurkannya program hari bebas kendaraan “car free day (CFD)” pada Februari lalu, berhasil menjadikan kawasan alun-alun menjadi ruang publik dan selalu dipadati masyarakat. Bahkan, jumlah warga yang berdagang pun kian bertambah. Kawasan tersebut pun mampu menggairahkan perekonomian mingguan sebagian warga Kebumen dan menjadikan kawasan alun-alun Kebumen sebagai tempat rekreasi yang sehat dan murah. (ori/din/radarbanyumas.co.id)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!