| Meski khawatir keburu datang musim hujan, namun petani tetap menanam tembakau. (Foto: Sukmawan) |
Biasanya, petani mulai tanam di awal Juli, namun akibat musim kemarau basah yang ditandai curah hujan tinggi, tembakau baru ditanam setelah memasuki bulan Agustus. Meski khawatir keburu datang musim hujan, namun petani tetap menanam tembakau.
"Menanam tembakau setelah panen padi musim sadon sudah jadi kebiasaan. Kalau tidak tanam tembakau, lahannya nganggur, eman-eman," ujar Yatmin (31) petani tembakau di Dukuh Kradenan, Desa/Kecamatan Karanggayam, Sabtu (24/8).
Di Kecamatan Karanggayam yang menjadi salah satu sentra tembakau di Kabupaten Kebumen, umur tembakau rata-rata masih 2 minggu. Kendati ada kekhawatiran keburu datang musim hujan, namun petani tetap memiliki harapan besar bisa panen tembakau di bulan Oktober.
"Kami berharap bisa panen untuk menutup kerugian musim tanam tahun lalu. Pasalnya, tahun lalu harga daun tembakau basah anjlok, hanya Rp 2.500 hingga Rp 3.500 perkilogram," ungkap Yatmin seraya berharap panen mendatang harga daun tembakau basah bisa mencapai Rp 9.000 perkilogram seperti yang terjadi dua tahun lalu. (Suk/krjogja)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!