'Kejeblugan' Petasan, Mata Ali Diperban

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Bermain petasan sejatinya sudah dilarang, karena bisa membahayakan keselamatan. Seperti yang dialami Ali Prasetiyo Nugroho, bocah 9 tahun warga desa Banjarwinangun Kecamatan Petanahan Kebumen. Putra pasangan Budiarti dan Supomo ini mengalami luka cukup serius pada mata kanannya akibat 'kejeblugan' petasan. Ia pun harus mendapat perawatan di RSUD Kebumen.

Peristiwa terjadi saat Ali tertarik melihat teman-temannya bermain petasan sholat subuh, Jum'at (2/8/2013) pagi. Ali pun bergabung, namun naas, ia terkena petasan seukuran jempol tangan orang dewasa yang dinyalakan salah seorang temannya. Meski sempat menghindar, namun petasan keburu meledak dan mengenai mata kanannya.

"Mereka bermain petasan di samping masjid. Ada sektar 10 anak." ujar Budiarti, ibu korban.

Ali langsung berteriak minta tolong dan berlari menuju rumahnya sembari memegangi mata kanannya. Orang tua korban panik dan langsung membawanya ke RSUD Kebumen. Beruntung, mata korban masih bisa diselamatkan.

"Kata dokter yang menangani, mata Ali masih respon terhadap sinar.Artinya masih bisa selamat." imbuhnya.

Orang tua Ali berharap anaknya bisa segera sembuh. Hingga kemarin, mata ali masih tampak diperban. Ayah ali berpesan kepada masyarakat, agar jangan membiarkan anaknya bermain petasan. Ia juga berharap agar pihak berwenang tak bosan merazia para penjual petasan (mercon) yang dilarang, yang bisa menimbulkan ledakan. Menurutnya, jika penjual mercon tidak menjual mercon yang dilarang/yang bisa meledak, tentu anak-anak juga tidak akan membeli atau mendapatkannya. (bk01/har/kbm ekspres)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

Previous Post Next Post