KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Harga kedelai melonjak cukup tajam, diduga dipicu melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar AS. Sebab 99 persen kebutuhan kedelai untuk produsen tempe dan tahu di Kebumen, menggunakan kedelai impor. Akibatnya, melemahnya nilai tukar langsung berdampak pada harga kedelai di pasaran.
Di sejumlah pasar tradisional di Kebumen, harga kedelai melonjak cukup tajam. Menurut H Nur Muhamad, pedagang pasar Tumenggungan Kebumen, harga kedelai impor yang pada hari sebelumnya dia jual Rp 8 500, sekarang sudah naik menjadi Rp 10 ribu per kilogram. Untuk harga kedelai lokal yang biasa dijual Rp 10 000, kini dijual Rp 11 000 per kilogram. ”Sementara kedelai hitam biasanya dijual Rp 8 500 sekarang saya jual Rp 10 000 per kilogram,”ujarnya.
Menurutnya, dia terpaksa menaikkan harga karena telah mendapatkan informasi dari pedagang yang menyetok barang, harga kedelai akan naik. Kasi Pengawasan dan Perlindungan Konsumen pada Disperindagsar Kebumen, Agung Patuh Gunawan Ahmadi mengaku belum tahu persis faktor utama penyebab kenaikan harga kedelai.
Namun dia mengakui, 99 persen kebutuhan kedelai di Kebumen memang menggunakan kedelai impor. “Bukan berarti stok kedelai lokal tidak ada, tapi kebanyakan produsen tempe, tahu, dan roti di Kebumen menggunakan bahan kedelai impor,”jelasnya.
Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan beberapa pengurus koperasi pengusaha tempe dan tahu di Kebumen. (har/din/radarbanymas)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Di sejumlah pasar tradisional di Kebumen, harga kedelai melonjak cukup tajam. Menurut H Nur Muhamad, pedagang pasar Tumenggungan Kebumen, harga kedelai impor yang pada hari sebelumnya dia jual Rp 8 500, sekarang sudah naik menjadi Rp 10 ribu per kilogram. Untuk harga kedelai lokal yang biasa dijual Rp 10 000, kini dijual Rp 11 000 per kilogram. ”Sementara kedelai hitam biasanya dijual Rp 8 500 sekarang saya jual Rp 10 000 per kilogram,”ujarnya.
Menurutnya, dia terpaksa menaikkan harga karena telah mendapatkan informasi dari pedagang yang menyetok barang, harga kedelai akan naik. Kasi Pengawasan dan Perlindungan Konsumen pada Disperindagsar Kebumen, Agung Patuh Gunawan Ahmadi mengaku belum tahu persis faktor utama penyebab kenaikan harga kedelai.
Namun dia mengakui, 99 persen kebutuhan kedelai di Kebumen memang menggunakan kedelai impor. “Bukan berarti stok kedelai lokal tidak ada, tapi kebanyakan produsen tempe, tahu, dan roti di Kebumen menggunakan bahan kedelai impor,”jelasnya.
Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan beberapa pengurus koperasi pengusaha tempe dan tahu di Kebumen. (har/din/radarbanymas)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!