| Pasar Tumenggungan bukan lagi pasar tradisional, tetapi pasar rakyat karena sudah tidak becek. (Foto: Sukmawan) |
Alasan bupati, sebutan pasar rakyat akan mengubah image atau citra pasar tradisional yang tidak nyaman, tidak aman, kumuh, bau tidak enak, becek, semrawut, dan sebagainya.
"Pasar yang sudah direvitalisasi, kita sebut pasar rakyat. Bukan lagi pasar tradisional karena sudah tidak becek," ujar Buyar dalam peresmian 5 pasar rakyat yang dipusatkan di Pasar Tumenggungan Kebumen, Selasa (02/07/2013).
Lima pasar rakyat yang diresmikan yakni Pasar Tumenggungan, Pasar Jatisari, Pasar Prembun, Pasar Tlogopragoto, dan Pasar Karanganyar. Revitalisasi kelima pasar itu, menelan anggaran Rp 80 miliar lebih.
Keterangan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kebumen, H Azam Fatoni SH, Pasar Tumenggungan dibangun dengan anggaran APBD II Kebumen tahun 2012 sebesar Rp 51,996 miliar. Pasar Jatisari dibangun dengan APBN tahun 2012 sebesar Rp 3,5 miliar.
Sedangkan Pasar Prembun menelan anggaran Rp 6,052 miliar dari APBD II dan APBN tahun 2012/2013. Pasar Tlogopragoto Rp 4,6 miliar dari APBD II tahun 2012, serta Pasar Karanganyar dibangun dengan anggaran Rp 14,669 miliar dari APBD II dan APBN tahun 2012/2013.
Di tahun 2013, Pasar Kutowinangun juga direvitalisasi dengan anggaran Rp 9.2 miliar dari APBD II Kebumen, serta Pasar Petanahan dengan anggaran Rp 15 miliar dari APBN. (Suk/krjogja.com)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!