KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan meresmikan lima pasar di Kabupaten Kebumen yang telah selesai pembangunannya di Pasar Tumenggungan Kebumen, Selasa (2/7).Lima pasar yang diresmikan yakni Pasar Percontohan Prembun dan empat pasar non percontohan. Pasar non percontohan yang turut diresmikan adalah Pasar Tumenggungan Kebumen, Karanganyar, Jatisari Kecamatan Kebumen dan Tlogopragoto Kecamatan Mirit. Selain itu, satu gudang Sistem Resi Gudang (SRG) di Desa Kretek Kecamatan Rowokele juga ikut diresmikan. Peresmian tersebut ditandai dengan penandatangan prasasti dan pengguntingan pita oleh Menteri Perdagangan.
Pasar percontohan Pasar Prembun yang terletak di Desa/Kecamatan Prembun dibangun diatas lahan 6.809 meter persegi dengan jumlah pedagang 609 orang. Pasar ini memiliki 151 unit kios, 54 lajur los (422 petak), empat toilet, empat CCTV dan satu Musholla. Pasar Karanganyar menempati lahan seluas 23.488 meter persegi, memiliki 151 kios, 44 lajur los (422 petak), 14 toliet, tempat pembuangan sampah (TPS), serta menampung 1.080 pedagang. Untuk Pasar Jatisari menempati lahan seluas 3.308 meter persegi dengan jumlah pedagang sebanyak 474 orang. Fasilitas yang dimiliki antara lain 52 kios, 23 petak los, dua toilet dan TPS.
Sedangkan, Pasar Tumenggungan yang terletak ditengah Kota Kebumen dibangun diatas lahan 21.042 meter persegi dengan jumlah pedagang sebanyak 3.123 orang. Fasilitas yang dimiliki berupa 370 kios, 1.590 petak los (139 lajur), delapan toilet, serta enam pos jaga dan TPS.
Gita Wirjawan mengatakan, upaya pemerintah merevitalisasi pasar ditujukan agar pasar tradisional menjadi bersih, nyaman, tertib dan sejuk sehingga mampu memperlancar arus distribusi barang, menjaga stabilitas harga, serta mengurangi disparitas antardaerah dan antarwaktu.
“Setelah direvitalisasi, pasar-pasar ini diharapkan dapat menjadi barometer stabilitas harga, ketersediaan bahan pokok dan dapat berperan secara strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kebumen, yang pada akhirnya berkiprah dalam kemajuan perekonomian nasional,” katanya.
Selain sebagai pusat transaksi, katanya, pasar perperan penting bagi kemajuan ekonomi masyarakat dan pedagang kecil, pasar juga memainkan peran penting dalam menjaga kecukupan stok, menstabilkan harga dan meningkatkan pendapatan petani
Selain pasar sebagai pusat transaksi yang berperan penting bagi kemajuan ekonomi masyarakat dan pedagang kecil, lanjut Gita Wirjawan, gudang juga memainkan peran penting dalam menjaga kecukupan stok, menstabilkan harga dan meningkatkan pendapatan petani.
Sistem Resi Gudang (SRG) merupakan salah satu instrumen penting dan efektif dalam sistem pembiayaan perdagangan. SRG dapat memfasilitasi pemberian pembiayaan kepada pelaku usaha dengan agunan inventori (komoditas yang disimpan di gudang) yang dimiliki pelaku usaha terutama kolompok tani dan UKM.
Setelah itu, Pengelola Gudang menerbitkan Resi Gudang yang dapat dijadikan agunan sepenuhnya tanpa dipersyaratkan adanya agunan lainnya, sehingga pelaku usaha dapat menjaminkan Resi Gudang untuk memperoleh modal kerja dan kebutuhan pembiayaan.
“Hingga 25 Juni 2013, jumlah Resi Gudang yang telah diterbitkan sebanyak 922 resi dengan total volume komoditas sebanyak 36.738,02 ton (31.705,66 ton gabah, 3.737,20 ton beras, 1.084,78 ton jagung, 20,39 ton kopi dan 190 ton rumput laut) atau senilai Rp. 177.219 miliar,” kata Gita Wirjawan.
Khusus di wilayah Jateng, lanjutnya, hingga akhir Juni 2013, pelaksanaan SRG telah dilaksanakan di Kabupaten Jepara, Demak, Kudus, Banjarnegara, Pekalongan, Grobogan, Wonogiri, Sragen, Pemalang dan Kebumen. Resi Gudang yang telah diterbitkan sebanyak 25 resi dengan total volume 1.141,97 ton.
Pada kesempatan tersebut Menteri Perdagangan menyerahkan secara simbolik 40 unit gerobak dan 100 unit tenda untuk PKL.
Sebelum melakukan kunjungan kerja ke Kebumen, Gita Wirjawan menyempatkan waktu mengunjungi Pasar Murah di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Dalam menyambut bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1434 H, pemerintah pusat dan pemerintah daerah menggelar kegiatan Pasar Murah di berbagai daerah guna membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu.
Pasar murah ini diselenggarakan oleh Dinas Perindagkop dan UKM Daerah Istimewa Yogyakarta dengan target sasaran sebanyak 500 kepala keluarga kurang mampu.
“Kementerian Perdagangan bersama Dinas Provinsi yang membidangi perdagangan di seluruh Indonesia akan terus melakukan upaya untuk menjaga kelancaran pasokan dan stabilitas harga melalui berbagai macam instrumen, antara lain dengan menyelenggarakan pasar murah,” jelasnya. (ori/nun/radarbanyumas)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!