Dua Guru Luncurkan Buku Antologi Puisi

KUTOWINANGUN (www.beritakebumen.info) - Dua guru SMP Negeri 2 Kutowinangun meluncurkan sebuah buku antologi puisi berjudul Kidung Rembulan. Buku karya Sugiyatno SPd MPd (nama pena Sugiyatno DM), dan Sat Siswonirmolo (nama pena Pekik Sat Siswonirmolo) memuat kumpulan puisi bertemakan sosial kemanuisaan.

Buku setebal 209 halaman yang diterbitkan sejak Juni 2013 lalu itu memuat 200 buah puisi karya mereka berdua. Selain karya mereka, buku yang diterbitkan oleh Sembilan Mutiara Publising Trenggalek itu juga memuat karya delapan penulis lain yang tergabung dalam Kamboja Group (Kamboja 12 Purnama).

Buku antologi puisi tersebut merupakan penerbitan yang ketiga dari komunitas Kamboja Grup yang diikuti oleh guru dari SMP Negeri 2 Kutowinangun. Meski kedua penulis sehari-hari mengajar bidang studi IPA, tetapi karya-karya keduanya sudah cukup dikenal di Kebumen, khususnya menulis puisi.

Sugiyatno DM adalah Kepala SMP 2 Kutowinangun yang sebelumnya telah menerbitkan beberpa antologi puisi, diantaranya Nyanyian Rindu (Kosakatakita Jakarta-2010), Tembang Cinta Kamboja (Sembilan Mutiara, Publising Trenggalek-2012) dan Guci Berdarah (Sembilan Mutiara, Publising Trenggalek-2012) Rindu Bulan Penuh Keajaiban (Wangsa Indira Jaya, Surabaya-2012).

Sedangkan, Pekik Sat Siswonirmolo disamping menulis beberapa skenario film cerita anak, juga pernah terlibat menulis puisi pada beberapa antologi puisi bersama, diantaranya Kuputarung (Sekolah Rakyat Melu Bae, Kebumen-2009), Muridku dan Angkanya (PGRI Kebumen) Guci Berdarah (Sembilan Mutiara, Publising Trenggalek-2012) dan Rindu Bulan Penuh Keajaiban (Wangsa Indira Jaya, Surabaya-2012).

“Kami berharap penerbitan buku antologi puisi ini akan menjadi sumbu pendek dalam memicu teman-teman guru yang lain di Kebumen untuk ikut menulis dan menerbitkan buku. Tidak saja buku karya sastra akan tetapi juga buku-buku yang lain,” kata Sugiyatno saat meluncurkan buku tersebut di SMP 2 Kutowinangun, Rabu (24/7).

Sementara, bagi Pekik Sat Siswonirmolo, dengan menulis merupakan wahana melatih diri mengungkapkan buah pikiran dan berharap tulisan-tulisan yang dibuat akan meninggalkan jejak-jejak sejarah bagi generasi mendatang. “Ini merupakan salah satu bentuk reaksi sosial yang diwujudkan dalam bentuk puisi,” ujar Pekik. (ori/din/radarbanyumas)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
أحدث أقدم