70 Kilogram Mie Berformalin Disita

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Kebumen, berhasil mengamankan 70 kilogram mie basah yang mengandung bahan pengawet jenis formalin dalam sebuah operasi yang digelar seminggu terakhir.

Kepala Seksi Perlindungan Konsumen pada Disperindagsar, Agung Patuh GA menyatakan, 70 kilogram mie basah asal Magelag tersebut diamankan dari Pasar Tumenggungan Kebumen.

Berdasarkan hasil uji laboratorium untuk tes Food and Security Kit, sebuah tes uji terhadap kandungan makanan, ditemukan kandungan formalin pada mie basah tersebut. Selanjutnya, mie basah tersebut dibawa ke Kantor Disperindagsar untuk dimusnahkan.

Agung mengungkapkan, mie basah Magelang disita dari pedagang dan merupakan pelaku baru. “Penyitaan ini berdasarkan laporan dari pedagang lain. Saya jamin sudah tidak ada lagi mi yang mengadung formalin di pasaran,” ujar Agung Patuh saat melakukan inpeksi mendadak (Sidak) terhadap produk makanan di sebuah swalayan di Kebumen.

Sementara dari hasil sidak tim gabungan Disperindagsar, Dinas Kesehatan, Kantor Ketahanan Pangan, Satpol PP dan Polres Kebumen seminggu terakhir, juga menemukan sejumlah makanan dan minuman mengandung zat berbahaya ditemukan beredar di sejumlah pasar tradisional dan pasar modern. Sejumlah produk makanan ditengarai mengandung rhodamin atau zat pewarna tekstil dan formalin.

Di salah satu swalayan di Gombong, ditemukan kurma yang mengandung formalin, dodol yang mengandung rhodamin. Sementara di PI Swalayan Karanganyar ditemukan roti yang tidak disertai dengan tanggal kadaluarsa.

Sidak dilakukan dalam rangka pengawasan peredaran makanan di bulan Ramadan dan menjelang lebaran. Sebelumnya, di Pasar Prembun juga ditemukan tiga jenis makanan dan minuman positif mengandung Rhodamin. Zat berbahaya tersebut ditemukan di cendol dan kembang pacar yang dijual oleh pedagang di Pasar Prembun. Penemuan serupa juga didapati dalam produk lanting.

Kasat Narkoba Polres Kebumen AKP Mustanto pun turut terjun langsung memeriksa contoh makanan yang dijajakan di pasar prembun, seperti dawet, bakso, daging, serta makanan kemasan lainnya. AKP Mustanto menghimbau seluruh masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih makanan yang akan dibeli. “Kenali betul bentuk dan jenisnya jangan sampai kita mengkonsumsi makanan yang mengandung zat berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan dan dapat merugikan kita apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak dan secara terus menerus,” himbaunya. (ori/din/radarbanyumas.co.id)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

أحدث أقدم