Sering Hujan, Pengeringan Genteng Tak Maksimal

PEJAGOAN (www.beritakebumen.info) - Perajin genteng Kebumen masih mengandalkan sistem pengeringan dengan panas matahari dan belum pindah ke sistem pengeringan listrik akibat biaya operasionalnya tinggi. Akibatnya, pengeringan tak maksimal apalagi musim kemarau yang masih sering turun hujan.

"Dengan cuaca yang lebih sering mendung dibandingkan panas, sudah sebulan lamanya genteng mentah hanya menumpuk di rak-rak di dalam pabrik dalam kondisinya yang masih basah atau setengah kering. Padahal untuk dibakar dalam tungku kondisinya harus benar-benar kering," ungkap Sunardi, perajin genteng Desa Kebulusan Kecamatan Pejagoan, Kebumen, Jum'at (14/06/2013).

Sunardi mengaku saat hujan menyulitkan perajin lantaran watu penjemuran lama dan pengambilan bahan baku sulit akibat licin. Selain itu sulit diolah karena kandungan airnya tinggi. Kondisi sulit berproduksi normal di tengah-tengah ramainya order genteng bersamaan dengan musim proyek pemerintah itu pun memicu melonjaknya harga genteng Kebumen pada Mei sampai Juni 2013 sampai 40 persen. (Dwi/krjogja.com)




=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

Previous Post Next Post