" Dulu Dukuh Kemitir merupakan salah satu sentra pande besi di Kebumen dengan 10 pande besi dengan puluhan orang tenaga kerja. Namun sekarang, hanya tinggal 2 orang dengan 4 orang tenaga kerja saja," ungkap Yasir (30), pande besi Dukuh Kemitir Desa Gemeksekti Kebumen, di bengkelnya, Jum'at (28/06/2013).
Usaha Yasir menempati bengkel pengolahan besi milik kakeknya, alm. Dul Sirod, di tepi jalan raya Kebumen - Karangsambung, yang hampir saban hari ramai didatangi warga masyarakat yang ingin memesan aneka barang dari besi, seperti pisau, golok, parang, garpu dan mata pisau pengolah sawah dan lainnya. Yasir bekerjasama dengan pamannya, Isbandi (50), mengelola bengkel peninggalan Dul Sirod yang semasa hidupnya adalah pande besi terkenal Kebumen. Tak heran, pelanggan bengkel ini berasal dari desa-desa yang tersebar di berbagai kecamatan di Kebumen.
Mengingat prospek usahanya bagus Yasir kerap berusaha merekrut anak-anak muda untuk bekerja di bengkelnya. Namun upaya itu belum berhasil karena para anak muda itu menolak dengan alasan pekerjaan pande besi yang terkesan pekerjaan keras, kurang menarik bagi mereka.
" Dulu saya mau mewarisi usaha kakek semata-mata karena menyukai pekerjaan ini. Sedangkan ayah saya lebih dulu mandiri sebagai pande besi di Desa Peniron Kecamatan Pejagoan," jelas Yasir yang tak bisa cepat dalam memenuhi pesanan akibat keterbatasan tenaga kerja. Pembuatan parang misalnya, paling cepat baru bisa diselesaikan seminggu dengan ongkos pembuatan Rp 40 ribu.
(Dwi/krjogja.com)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!