Pengusaha Gilingan Padi Tak Naikkan Tarif

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Takut ditinggalkan oleh pelanggan, para pemilik usaha penggilingan padi menetap di Kebumen kini berusaha menahan diri untuk tidak menaikkan tarif pascakenaikan harga BBM bersubsidi pekan lalu.

"Meskipun kami sangat terbebani dengan kenaikan harga solar, namun kami berusaha hati-hati tidak terburu-buru menaikkan tarif. Kami takut pelanggan lari dan beralih menggunakan usaha penggilingan padi keliling yang lebih murah juga bisa mendatangi tempat konsumen," ujar H Laeli Adha, pemilik usaha penggilingan padi 'Wonoyoso', Senin (24/06/2013).

Menurut H Laeli kenaikan harga BBM memberatkan pemilik usaha penggilingan padi dan dengan tak menaikkan tarif maka keuntungan usaha pun semakin menipis. Padahal di sisi lain segera menaikkan upah bagi para pekerjanya. Namun bila dinaikkan, bisa saja terjadi penyusutan konsumen atau sama saja artinya dengan penyusutan omset. "Bila tarif dinaikkan kami bukannya untung tapi malah buntung karena pelanggan akan menjauh," keluh Laeli. (Dwi/krjogja.com)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

Previous Post Next Post