“Regenerasi perajin sangat sulit, karena sampai kini belum ada anak-anak muda di sini yang tertarik menjadi perajin batu mulia. Mungkin mereka kurang telaten dengan kerja yang butuh ketekunan seperti ini," ungkap seorang penggosok batu mulia, Sihanto (60) di rumahnya Desa Karangsambung, Kebumen, Senin (03/06/2013).
Menurut Sihanto, cara kerja perajin batu mulia memang harus melewati sejumlah tahapan, mulai dari pemotongan batu sesuai ukuran yang diinginkan, pembuatan bentuk, sampai penghalusan yang dilakukan dengan mesin pengampelas. Pengampelasan ini pun harus dilakukan berulangkali dengan mengganti kertas ampleas sesuai dengan tingkat kehalusan yang diinginkan.
Tehnik pengerjaan semua tahapan itu pun benar-benar harus dikuasai perajin agar kualitas produknya optimal, diantaranya, bagaimana cara mengatur kecepatan mesin pengolah agar batu tak rusak. "Dengan pola kerja yang mutlak butuh kesabaran itulah mungkin menjadikan anak-anak muda tak tertarik menekuninya, "jelas Sihanto.
Adapun konsumen produknya adalah para wisatawan dan kolektor batu mulia berbagai daerah yang kerap berkunjung ke rumahnya. (Dwi/KRjogja.com)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!