PREMBUN (www.beritakebumen.info) - Mendekati tanggal peresmian Pasar Prembun, pasar darurat yang berada di Terminal Prembun mulai dibongkar. Pembongkaran itu didasari oleh keinginan pedagang untuk segera pindah menempati lokasi pasar baru.
Di lokasi terminal itu terdapat 21 kios pindahan dari Pasar Prembun. Kios tersebut difungsikan untuk jualan buah, bumbu dapur, warung kelontong dan pakaian.
Salah satu pedagang, Hayatun (42) mengatakan, pasar darurat itu dibangun untuk menampung pegadang menyusul pembangunan Pasar Prembun. Jumlah pedagang yang pindah ke lokasi terminal relatif sedikit dibanding jumlah pedagang yang pindah ke Pasar Kabekelan. Namun, tingkat penjualan sangat rendah, sehingga pedagang menginginkan segera pindah ke lokasi pasar baru.
"Dari 21 kios, yang fungsi dulu hanya 14 kios, selebihnya gulung tikar," katanya, Minggu (16/6).
Dia mengaku, sejak pindah ke lokasi terminal, pendapatan pedagang turun drastis. Jika saat di Pasar Prembun per hari bisa mendapatkan pemasukan kotor sebanyak Rp 2 juta, tetapi kini hanya Rp 500.000 per hari. "Makanya pedagang pengen segera pindah," ungkapnya.
Pedagang lain, Siti Ngatiyah (42) membenarkan hal tersebut. Dia menuturkan, lokasi pasar percontohan itu kondisinya lebih bersih, tetapi ukuran lapak lebih kecil dibanding lapak yang dahulu. Pedagang tak yakin semua dagangannya bisa dijajakan di lokasi tersebut.
Plt UPTD Unit Pasar Wilayah I, Gunardi melalui stafnya Ali Sugiyarto belum lama ini mengatakan, proyek pasar di lahan seluas 6.068 meter persegi itu dibangun kios Pemkab sebanyak 151 petak, kios swadaya sebanyak 36 petak yang masing-masing berukuran 2,5 x 3 meter.
Sementara untuk jenis dagangan dibagi ke dalam tujuh blok, yakni untuk pedagang pakaian, daging, sayuran, buah, bumbu dapur dan jananan. Pihaknya yakin pasar tersebut akan menampung semua pedagang.( Rinto Hariyadi / CN38 / SMNetwork / suaramerdeka.com)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Di lokasi terminal itu terdapat 21 kios pindahan dari Pasar Prembun. Kios tersebut difungsikan untuk jualan buah, bumbu dapur, warung kelontong dan pakaian.
Salah satu pedagang, Hayatun (42) mengatakan, pasar darurat itu dibangun untuk menampung pegadang menyusul pembangunan Pasar Prembun. Jumlah pedagang yang pindah ke lokasi terminal relatif sedikit dibanding jumlah pedagang yang pindah ke Pasar Kabekelan. Namun, tingkat penjualan sangat rendah, sehingga pedagang menginginkan segera pindah ke lokasi pasar baru.
"Dari 21 kios, yang fungsi dulu hanya 14 kios, selebihnya gulung tikar," katanya, Minggu (16/6).
Dia mengaku, sejak pindah ke lokasi terminal, pendapatan pedagang turun drastis. Jika saat di Pasar Prembun per hari bisa mendapatkan pemasukan kotor sebanyak Rp 2 juta, tetapi kini hanya Rp 500.000 per hari. "Makanya pedagang pengen segera pindah," ungkapnya.
Pedagang lain, Siti Ngatiyah (42) membenarkan hal tersebut. Dia menuturkan, lokasi pasar percontohan itu kondisinya lebih bersih, tetapi ukuran lapak lebih kecil dibanding lapak yang dahulu. Pedagang tak yakin semua dagangannya bisa dijajakan di lokasi tersebut.
Plt UPTD Unit Pasar Wilayah I, Gunardi melalui stafnya Ali Sugiyarto belum lama ini mengatakan, proyek pasar di lahan seluas 6.068 meter persegi itu dibangun kios Pemkab sebanyak 151 petak, kios swadaya sebanyak 36 petak yang masing-masing berukuran 2,5 x 3 meter.
Sementara untuk jenis dagangan dibagi ke dalam tujuh blok, yakni untuk pedagang pakaian, daging, sayuran, buah, bumbu dapur dan jananan. Pihaknya yakin pasar tersebut akan menampung semua pedagang.( Rinto Hariyadi / CN38 / SMNetwork / suaramerdeka.com)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!