KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Produk anyaman pandan Kebumen yang mayoritas jadi produk ekspor benar-benar dituntut berkualitas prima. Selain ditunjang oleh desain dan tehnik penggarapannya, kualitas produk pun amat tergantung proses pengeringan bahan bakunya."Proses pengeringan pandan benar-benar mempengaruhi kualitas produk. Bila pengeringan kurang prima, anyaman cepat berjamur, cepat sobek dan pewarnaan kurang sempurna. Pada anyaman putih tanpa pewarna biasanya terlihat bercak-bercak coklat," beber Ny Slamet (60), perajin anyaman pandan Dukuh Talang Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar Kebumen, di rumahnya, Kamis (20/06/2013).
Selain memproduksi barang jadi dan setengah jadi, Ny Slamet juga mengepul anyaman pandan karya ratusan penganyam Desa Grenggeng yang sebagian besar diserap oleh eksportir kerajinan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, Yogyakarta dan Bali. "Anyaman pandan benar-benar sudah menjadi produk andalan desa kami, sehingga kualitas harus benar-benar dijaga demi menjaga kepercayaan pasar relasi," ujar Ny Slamet.
Kendati demikian, Dia mengeluhkan tingginya curah hujan sepanjang Mei sampai Juni 2013 menjadi kendala tersendiri bagi kelancaran produksi anyaman pandan Grenggeng. Tak heran, omset perajin pun rata-rata turun 50 persen.(Dwi/krjogja.com)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!