"Tingkat kebutuhan masyarakat terhadap batu hias potong sampai kini masih tinggi, membuat kami kewalahan mememnuhi pesanan. Mayoritas konsumennya berasal dari kota-kota besar," ungkap Ny Karso (40) pemilik usaha batu hias potong di Dukuh Tanuraksan, Desa Gemeksekti, Kecamatan/Kabupaten Kebumen di tempat usahanya, Selasa (30/04/2013).
Kendati produk ini sangat diminati namun di Kebumen hanya ada dua orang yang memiliki usaha ini. Tak heran, pemilik usaha batu hias potong Kebumen sangat sulit menghimpun stok produk dalam jumlah banyak. Kendati pemotongan batu menggunakan mesin pemotong berkecepatan produksi tinggi, namun masih saja sulit mengejar kebutuhan pasar dalam waktu yang cepat.
"Mengingat kami sulit membuat stok barang, kepada konsumen kami menyarankan untuk memesan terlebih dahulu, lengkap dengan klasifikasi ukuran maupun jenis batu yang dikehendaki," jelas Ny Karso.
Aneka jenis batu yang digunakan sebagai bahan baku usaha ini diantaranya granit, andesit, lempeng dan random dari Kebumen dan Banjarnegara. Spesifikasi warna dasar batu adalah kuning muda, hitam, coklat, putih dan merah. Sedangkan corak mosaiknya ada yang berwarna hijau tua, biru muda, hitam, coklat dan merah hati dengan bentuk mosaik diantaranya garis lengkung, gelombang, bintang, bunga� dan aneka bentuk lainnya.
"Harganya bervariasi, tergantung jenis batu dan ukurannya, mulai Rp 80 ribu permeterpesegi sampai jutaan rupiah," jelas Ny Karso. (Dwi/krjogja.com)
=============================================================
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | TWITTER |
BERITA UMKM LAINNYA: