Paguyuban Agen Elpiji Tolak Agen Baru

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Paguyuban agen elpiji 3 kilogram Kebumen menolak dengan rencana akan adanya agen elpiji 3 kg baru di Kabupaten Kebumen. Pasalnya, dengan adanya agen elpiji 3 kilogram baru akan mengganggu distribusi elpiji dari agen sudah ada.

Hal itu ditegaskan Wakil Sekretaris Paguyuban H Sutarto Murti Utomo yang juga merupakan juru bicara Paguyuban, Senin (13/5).

Sutarto mengatakan, di Kabupaten Kebumen sudah terlalu banyak agen elpiji 3 kg yang mencapai sembilan agen. Sedangkan di kabupaten lain seperti Purworejo, Wonosobo, Banjarnegara maupun Temanggung hanya terdapat empat agen.

"Setelah ditelusuri ternyata di Kebumen mau ada agen elpiji 3 kilogram baru, kami dari sembilan agen yang sudah ada sejak lama merasa keberatan," ujar Sutarto kemarin.

Ia beralasan dengan adanya agen baru akan mengurangi jatah elpiji dimasing-masing agen. Pengurangan jatah ini secara otomatis akan berdampak berkurangnya jatah di pangkalan. Sedangkan setiap pangkalan kuotanya sudah ditentukan dengan aturan.

"Saat ini setiap agen di Kabupaten Kebumen setiap harinya dijatah rata-rata dua ribu tabung. Dengan adanya agen baru sudah pasti akan dikurangi dan efeknya akan mengganggu distribusi dari agen yang sudah ada," tandasnya.

Sutarto melanjutkan, elpiji 3 kg di Kabupaten Kebumen sudah kondusif sejak digulirkannya konversi minyak tanah ke gas oleh pemerintah beberapa tahun lalu. Dia mengkhawatirkan, jika agen baru benar-benar dibuka akan membuat persaingan tidak sehat diantara agen satu dengan agen lain.

"Sudah pasti akan terjadi persaingan tidak sehat. Biasanya agen baru akan banting harga untuk penetrasi pasar. Selain mengganggu distribusi dari agen-agen yang sudah ada, biasanya agen baru akan menjual lintas rayon. Bisa saja terjadi karena susah menjual, akhirnya dijual keluar Kebumen sehingga kebutuhan elpiji di Kebumen jadi berkurang," ungkap pengusaha SPBU ini.

Hal terparah dialami Kabupaten Kebumen, kata dia, jika agen elpiji 3 kg menjual produknya keluar wilayah Kabupaten Kebumen dan diketahui oleh pihak Pertamina adalah sanksi dikuranginya kuota elpiji 3 kg untuk Kabupaten Kebumen.

"Dengan jatah yang sekarang saja masih kurang, apalagi kalau sampai jatahnya dikurangi," imbuhnya.

Selain itu, dari sisi bisnis, agen sangat dirugikan karena saat ini hampir semua agen elpiji 3 kg di Kabupaten Kebumen sedang berusaha mengembalikan modal yang sejak program konversi minyak ke gas belum kembali. "Iya, masalahnya dulu waktu konversi kita kan ditarget harus mampu menjual dengan jumlah yang ditentukan. Dulu kita harus banting harga untuk mendapatkan pelanggan. Sekarang begitu sudah kondusif tiba-tiba mau ada agen baru, jelas kami sangat keberatan," kata pria yang akrab di Ato.

Lebih jauh Sutarto mengatakan, kegelisahan yang dialami sembilan agen elpiji 3 kg itu sudah diutarakan kepada Bupati H Buyar Winarso SE pada saat audiensi di Rumah Dinas Bupati Kebumen, baru-baru ini. "Kami sampaikan keberatan kepada Bupati agar agen baru ini untuk sementara jangan dikasih ijin. Bupati respon sangat positif, beliau berjanji akan melindungi pengusaha lokal sudah bekerja banting tulang. Beliau akan mengendalikan kondisi yang ada di Kabupaten Kebumen dan menegaskan akan tidak memberikan ijin," kata dia.

Terpisah, Kepala Seksi Perlindungan Konsumen pada Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Kebumen Agung Patuh Gunawan Ahmadi SH membenarkan, sembilan agen elpiji 3 kg keberatan dengan rencana akan dibukanya agen baru.

"Di Kebumen memang termasuk banyak agen elpiji 3 kg. Hal ini terjadi karena agen elpiji yang ada saat ini adalah yang dulunya agen minyak tanah sebelum adanya program konversi. Setelah konversi secara otomatis mereka jadi agen elpiji 3 kg," jelas Agung Patuh di ruang kerjanya, Senin (13/5).

Agung Patuh mengatakan, terkait perijinan pembukaan agen baru kewenangannya ada pada PT Pertamina sebagai regulasi. Tetapi, ijin prinsip berada pada Pemkab Kebumen. (ori/radarbanyumas)

=============================================================
KOMENTAR PEMBACA | KOMENTAR FACEBOOKER


=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | TWITTER |

BERITA EKONOMI LAINNYA:
Previous Post Next Post