Kebumen Rentan Kekurangan Pupuk Organik

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Petani di Kabupaten Kebumen rentan mengalami kekurangan pupuk organik petroganik. Dibandingkan dengan pupuk bersubsidi jenis lain, secara persentase keterserapan pupuk organik paling tinggi.

Dari alokasi pupuk organik petroganik 2013 sebanyak 4.500 ton, hingga April lalu, jumlah pupuk yang telah disalurkan kepada petani mencapai 2.768 ton atau 61,5%. Artinya hingga akhir 2013 sisa pupuk organik petrogonik masih 1.732 ton.

“Khusus untuk pupuk organik, penyaluran sangat tinggi. Hal itu tidak lepas dari tingkat kesadaran masyarakat untuk menggunakan pupuk organik yang semakin tinggi,” ujar Kepada Dinas Perindag dan Pengelolaan Pasar melalui Kepala Seksi Perlindungan Konsumen Agung Patuh Gunawan Ahmadi, Rabu (15/5).

Merujuk rekapitulasi realisasi penyaluran pupuk bersubsidi 2013 di Kebumen, penyaluran pupuk organik cenderung meningkat. Januari sebanyak 386 ton, Februari (269 ton), Maret (804 ton) dan April naik menjadi 1.309 ton.

“Melihat data yang ada, ketersediaan pupuk organik riskan terjadi kekurangan sampai akhir tahun mendatang,” imbuh Agung seraya menyebutkan April hingga Mei merupakan waktu pemupukan tanaman padi untuk musim tanam (MT) II.

Lebih lanjut, dia menyampaikan untuk pupuk jenis lain ketersediaan mencukupi. Bahkan hingga April kemarin, jumlah pupuk yang tersalurkan ke petani masih di bawah 40% dibandingkan alokasi yang ditetapkan. (J19-91,47/suaramerdeka)

=============================================================
KOMENTAR PEMBACA | KOMENTAR FACEBOOKER

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | TWITTER |


BERITA PERTANIAN LAINNYA:
Previous Post Next Post