Harga Tembakau Anjlok, Petani Lesu

KARANGGAYAM (www.beritakebumen.info) - Petani tembakau yang tidak tergabung dalam program kemitraan dengan pemilik industri rokok mengalami kelesuan akibat harga yang merosot tajam. Petani kurang bersemangat untuk memulai bertanam tembakau kendati curah hujan di minggu terakhir Mei 2013, sudah mulai langka.

"Petani kini mulai jeli dengan informasi terkait harga tembakau di pasar. Berdasarkan informasi, harga tembakau di tingkat petani kini hanya Rp 35 ribu perkilogram dan di tingkat pengecer Rp 40 ribu perkilogram. Jauh di bawah harga normal sebesar Rp 80 ribu perkilogram," ungkap Petani tembakau Desa Logandu Kecamatan Karanggayam Waris (50), Kamis (23/05/2013).

Waris menjeaskan di akhir Mei tahun-tahun sebelumnya biasanya petani sudah mulai mengolah tanah, membeli benih dan menyiapkan pesemaian. Untuk memanfaatkan tanahnya, banyak petani tembakau yang kini pindah ke palawija. Sebab, bila memaksa diri menanam tembakau, dikhawatirkan justru akan merugi.

Tentang kemerosotan harga tembakau Kebumen menurut H Nur (50), pedagang tembakau di Pasar Mertokondo Desa Kutosari Kecamatan/Kabupaten Kebumen, disebabkan rendahnya tingkat penyerapan oleh pabrik rokok yang lebih menyikai tembakau Temanggung. Tembakau yang tak diserap pabrik biasanya dipasarkan untuk konsumen rokok 'lintingan' di pedesaan Kebumen, Cilacap, Banyumas, Wonosobo dan Banjarnegara. (Dwi/krjogja.com)

=============================================================
KOMENTAR PEMBACA | KOMENTAR FACEBOOKER


=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | TWITTER |

BERITA KECAMATAN KARANGGAYAM LAINNYA:
Previous Post Next Post