3 Teroris Tewas 4 Diamankan, Inilah Kronologinya

Pasukan TNI datang ke lokasi penyergapan teroris.
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Upaya penggerebekan teroris oleh Tim Densus 88 Anti Teror bersama Polres Kebumen dan TNI di sebuah rumah kontrakan di Dusun Kembaran, Desa Ungaran, Kecamatan Kutowinangun yang mencekam usai sudah. Penggerebekan dilakukan sejak Rabu (8/5/13) sore pukul 18.00 WIB hingga Kamis (9/5/13) pagi pukul 09.30 WIB. Proses penyergapan berlangsung alot karena terduga teroris pantang menyerah.

Upaya negosiasi aparat tak begitu berhasil, ada teroris yang tetap bertahan hingga ahir. Terjadilah baku tembak, rentetan tembakan terdengar bertubi-tubi pada Rabu sore. Malam hari aksi baku tembak mereda, polisi melakukan negosiasi meminta para terduga teroris yang masih bertahan menyerahkan diri. Hingga Kamis subuh, himbauan polisi tidak digubris, teroris enggan menyerah. Aksi baku tembak kembali terjadi, rentetan tembakan terdengar lebih ramai dari sebelumnya. Bahkan suara ledakan bom terjadi lebih dari 5 kali hingga pagi hari.

Setelah hampir 15 jam lamanya, aksi yang mencekam itu pun usai. Tujuh terduga teroris berhasil ditangkap. Tiga diantaranya tewas dalam baku tembak, sedang 4 orang lainnya berhasil diamankan.

"Empat terduga teroris lainnya menyerahkan diri dengan selamat. Dua orang di dalam rumah kontrakan, dan dua orang lainnya di luar rumah," jelas Kapolres Kabupaten Kebumen, AKBP Heru Tri Sasono, Kamis (9/5/2013).

Empat orang yang ditangkap dalam keadaan hidup, yakni Farel, Wagiono, Slamet, dan Budi. Adapun tiga lainnya tewas, yakni Bastari, Toni, dan Bayu alias Ucup. Para terduga teroris ini baru sepekan menempati rumah kontrakan tersebut. Kepada warga, mereka mengaku sebagai sales dan penjual jamu.

Hasil olah TKP, barang bukti yang ditemukan yaitu tiga senjata api jenis revolver, 54 peluru, tiga bom pipa, satu granat manggis, empat motor, laptop, lima ponsel, dua HT, peta, dan denah sketsa target.

Kronologi Penyergapan Teroris di Kutowinangun

Sebelumnya, Rabu (8/5/13) sekitar pukul 15.30 WIB, polisi berhasil menangkap 2 orang terduga teroris di depan Bank BRI Kutowinangun. Mereka ditangkap tanpa perlawanan saat sedang mencari makan.

Selanjutnya sekitar pukul 18.30 WIB Tim Densus 88 melakukan penggerebekan di rumah kontrakan milik Hj. Maryati di Dusun Kembaran Desa Ungaran Kecamatan Kutowinangun. Lima orang terduga teroris bersembunyi di dalam rumah tersebut.

Polisi dan TNI bersenjata laras panjang mensterilkan wilayah di sekitar lokasi. Penyergapan berlangsung alot. Polisi bernegosisasi, menghimbau mereka untuk menyerahkan diri. Mereka melawan dan melepaskan tembakan ke arah petugas.

Terjadi baku tembak. Suara tembakan terdengar beruntun di lokasi kejadian. Dua orang berhasil diamankan. Salah satunya, Slamet, tertembak di pangkal paha kiri.

Tengah malam, situasi agak tenang. Terdengar himbauan petugas melalui megaphone kepada teroris yang masih bertahan untuk menyerah. Pukul 02.45 WIB Tim Gegana penjinak bom Polda Jateng tiba di lokasi.

Subuh sekitar pukul 04.30 WIB terdengar kembali rentetan tembakan bertubi-tubi dan ledakan bom. Suasana kembali mencekam. Pengamanan di sekitar lokasi diperketat.

Pukul 05.58 WIB, Bupati Kebumen Buyar Winarso datang meninjau ke lokasi. Perlawanan sengit masih terjadi. Berondongan senapan terdengar bertubi-tubi.

Pukul 08.00 WIB ketegangan mereda. Tim Forensik menuju TKP. Barang bukti berupa senjata api jenis FN, bom pipa dan granat ditemukan.

Ratusan warga terus berdatangan ingin menyaksikan, namun hanya diperbolehkan sampai jarak sekitar 100 meter. Hingga saat ini, lokasi tersebut masih ramai didatangi warga. (bk01/mat)



=============================================================
KOMENTAR PEMBACA | KOMENTAR FACEBOOKER


=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | TWITTER |

BERITA TERORISME LAINNYA:
Previous Post Next Post