SRUWENG (www.beritakebumen.info) - Ratusan ekor ayam arab mati mendadak di Desa/Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen. Pengujian yang dilakukan Dinas Pertanian dan Peternakan, memastikan kematian ayam-ayam tersebut akibat terserang Avian Influenza (AI) atau flu burung.
Ayam yang mati mendadak milik Dwi Wijiyanto. Akibat terserang AI, Dwi mengalami kerugian yang cukup besar kerena dari 300 ekor yang dipelihara, kini tinggal tersisa 15 ekor.
"Begitu mendapat laporan, kami langsung ke lokasi. Hasil rapid test pada ayam yang mati, positif AI," ungkap Kabid Produksi Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kebumen, Ir Heru Wahyono, Selasa (23/4).
Tindakan pencegahan penularan dilakukan dengan membakar dan mengubur ayam yang mati. Tim Kesehatan Hewan juga melakukan tindakan preventif dengan biosecurity. Penyemprotan disinfektan dilakukan di kandang, dan wilayah sekitar kandang di pedukuhan itu. Serta pengawasan lalu lintas unggas dan produk asal pangan unggas di wilayah tersebut.
"Waspadai AI dengan selalu menjaga kebersihan kandang dan lingkungan. Selain itu, memusnahkan semua unggas yang tertular. Terhadap unggas yang baru, perlu dilakukan karantina selama sekitar 14 hari," jelas Heru yang juga mengimbau peternak melakukan vaksinasi unggas secara teratur. (Suk/krjogja.com)
=============================================================
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | TWITTER |
Ayam yang mati mendadak milik Dwi Wijiyanto. Akibat terserang AI, Dwi mengalami kerugian yang cukup besar kerena dari 300 ekor yang dipelihara, kini tinggal tersisa 15 ekor.
"Begitu mendapat laporan, kami langsung ke lokasi. Hasil rapid test pada ayam yang mati, positif AI," ungkap Kabid Produksi Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kebumen, Ir Heru Wahyono, Selasa (23/4).
Tindakan pencegahan penularan dilakukan dengan membakar dan mengubur ayam yang mati. Tim Kesehatan Hewan juga melakukan tindakan preventif dengan biosecurity. Penyemprotan disinfektan dilakukan di kandang, dan wilayah sekitar kandang di pedukuhan itu. Serta pengawasan lalu lintas unggas dan produk asal pangan unggas di wilayah tersebut.
"Waspadai AI dengan selalu menjaga kebersihan kandang dan lingkungan. Selain itu, memusnahkan semua unggas yang tertular. Terhadap unggas yang baru, perlu dilakukan karantina selama sekitar 14 hari," jelas Heru yang juga mengimbau peternak melakukan vaksinasi unggas secara teratur. (Suk/krjogja.com)
=============================================================
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | TWITTER |
BERITA KECAMATAN SRUWENG LAINNYA: