Angkutan Akhirnya Mogok Massal

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Ancaman aksi mogok massal angkutan umum di wilayah eks-Karesidenan Kedu-Banyumas benar-benar terjadi. Angkutan umum mulai dari angkutan pedesaan, angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) maupun angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) di Kabumen yang diklaim sebanyak 1.200 angkutan berhenti beroperasi, Rabu (24/4).

Aksi mogok massal para awak angkutan tersebut, untuk memprotes kelangkaan bahan bakar solar. Mereka menuntut pemerintah segera memenuhi kekurangan bahan bakar solar yang menimpa di wilayah Kedu-Banyumas. Pasalnya, hampir sebulan ini kelangkaan BBM jenis solar menyiksa awak angkutan umum.

Sejumlah awak angkutan mengaku setiap hari harus antre berjam-jam di SPBU untuk mendapatkan solar. Hal itu dinilai menganggu awak maupun penumpang. Yang menjengkelkan, bagi mereka, sudah antre hanya dapat jatah solar yang terbatas.

”Kami sering antre solar, waktunya habis. Penumpangnya juga protes. Sudah antre, giliran sor hanya Rp 15.000. Jelas ndak ketemu,” ujar Togar (36) salah satu sopir angkutan kepada wartawan, di sela-sela aksi.

Untuk itu, awak angkutan yang berbahan bakar solar sepakat mogok kerja. Kesepakatan itu sudah dicapai sejak rapat antar Organda se-Kedu dan Banyumas di Kebumen. Rapat diikuti paguyuban Lawet Jaya Kebumen, perwakilan dari Banyumas, Purworejo, Magelang, Cilacap, Purbalingga, dan Temanggung.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kebumen Ir H Ngadino menegaskan, pihaknya hanya mengajukan satu permintaan kepada pemerintah. Yakni agar keadaan BBM solar bersubsidi normal kembali seperti semula. Kelangkaan ini sangat mengganggu usaha. Pengemudi susah, cari penumpang juga susah. Apalagi mencari solar juga susah.

”Kepada Presiden SBY, kekurangan solar ini agar segera diperhatikan,” ujarnya seraya menyebutkan jika mogok massal hari itu tidak diperhatikan pihaknya mengancam akan mengadakan kegiatan serupa yang lebih besar lagi.

Angkutan Darurat

Pengunjuk rasa sedianya menempati tiga titik yakni di SPBU Tersobo, Prembun, SPBU Candisari Karangantar, dan SPBU Purbowangi Buayan. Namun berdasarkan pantauan di lapangan, aksi hanya terlihat di SPBU Tersobo dan SPBU Purbowangi. Sedangkan di SPBU Candisari tidak ada aktivitas pengunjukrasa.

Angkutan darurat dari Polres Kebumen. (foto:polreskebumen.com)
Massa mulai berdatangan sekitar pukul 09.30 dan mulai ada penumpukan massa sejak pukul 10.00 di SPBU Tersobo dan SPBU Purbowangi. Setelah melakukan orasi massa mulai bergerak menuju arah Kebumen sekitar pukul 10.30 dengan tujuan gedung DPRD Kebumen. Akan tetapi aksi unjuk rasa di dalam kota berhasil diredam dan dibatalkan.

Mengatasi dampak mogoknya angkutan umum, Pemkab Kebumen, Polres Kebumen dan Kodim 0709 Kebumen mengerahkan angkutan darurat untuk mengangkut para penumpang. Apalagi aksi mogok tersebut bersamaan dengan pelaksanaan ujian nasional (UN) SMP/SMPLB/MTs.

Mulai pukul 06.00 sebanyak 118 kendaraan yang terdiri atas 10 kendaraan roda 6 dan 108 kendaraan roda 4 telah disiapkan bersama pengemudinya. Sebanyak 79 kendaraan milik Pemkab Kebumen dan 39 kendaraan milik Polres Kebumen. Disiapkan pula mobil dinas camat sebagai mobil cadangan yang akan diapelkan di Alun-alun Kebumen pukul 06.00. Angkutan darurat yang dikerahkan meliputi mobil dinas hingga truk yang secara khusus disewa mengangkut penumpang yang terlantar. (J19-45,23/suaramerdeka)

=============================================================
KOMENTAR PEMBACA | KOMENTAR FACEBOOKER


=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | TWITTER |


BERITA AKTUAL LAINNYA:
Previous Post Next Post