53 Grup Semarakkan Kebumen Janeng Festival

Grup kesenian Nunggal Karep tampil dalam Kebumen Festival Janeng 2013. (suaramerdeka.com/Supriyanto)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Sebanyak 53 grup kesenian tradisional janeng menyemarakkan Kebumen Janeng Festival 2013 yang digelar di Taman Kota "Jenderal Sarbini" Kebumen. Acara tersebut digelar Rabu (24/4) hingga Sabtu (27/4) mendatang.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kebumen Drs Maskhemi MMPd mewakili Bupati H Buyar Winarso SE. Hadir Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Drs Hery Setyanto, Staf Ahli Bupati Drs Pudjiono. Kegiatan itu diselenggarakan oleh Koperasi Bumen Maju Bersama selaku pengelola Taman Kota Jenderal Sarbini bekerjasama dengan Orange Project.

Dalam sehari sebanyak 15 grup tampil mulai pukul 15.00-22.00. Setiap grup diberi waktu tampil selama 30 menit untuk membawakan satu lagu wajib "Pupur Wuyung" dan lagu pilihan.

Mereka dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas budayawan yang juga pengurus Dewan Kesenian Daerah (DKD) Sukimun, Bambang Eko Susilo Hadi SPd dari Dinas Dikpora, pemerhati seni Mukhriyanto SPd dan Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Drs Wuryanto MMPd.

Ketua Koperasi Bumen Maju Bersama Dra Hj Siti Alfiah Anggriani MSi mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan kesenian tradisional janeng kepada masyarakat. Selain itu untuk memperkaya khasanah musik tradisional.

"Kegiatan ini sekaligus untuk meningkatkan kunjungan ke taman kota sebagai area publik," ujar Alfiah Anggriani di sela-sela acara.

Dia menambahkan, juara I, II, III festival tersebut mendapatkan trofi Bupati Kebumen, piagam penghargaan dan uang pembinaan total Rp 4 juta. Sedangkan juara harapan I, II, III mendapatkan trofi kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kebumen, serta piagam penghargaan.

Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapermdes) Kebumen itu menjelaskan, janeng merupakan kesenian tradisional religius yang bernuansa Islami. Namun dia menyayangkan, kesenian itu hampir terlupakan oleh genersi muda dan hanya sedikit generasi tua yang masih memainkan kesenian itu.

"Padahal di era modern seperti saat ini, Janeng bisa menjadi media penyuluhan dan pendidikan melalui syair yang ada dalam musik janeng dan disesuaikan dengan kekinian," ujarnya.( Supriyanto / CN31 / JBSM/ suaramerdeka )


=============================================================
KOMENTAR PEMBACA | KOMENTAR FACEBOOKER


=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | TWITTER |

BERITA SENI BUDAYA LAINNYA:
أحدث أقدم