![]() |
| Petani kakao menunjukkan buah yang membusuk terserang jamur (Foto : Dasih Darmawati/krjogja) |
"Tahun 2010 lalu ribuan pohon kakao mati terserang hama ulat contong. Di musim penghujan kali ini buahnya membusuk terserang jamur bersamaan dengan jatuhnya harga bijinya di pasaran," tutur Ny Surip (55), salah seorang petani kakao Kedungsamak, di kebunnya, Selasa (05/03/2013), sambil menunjukkan sejumlah buah kakao yang busuk miliknya.
Menurut Ny Surip penanaman ribuan kakao di Kedungsamak dimulai tahun 2007 lalu. Minimnya pengalaman petani menyebabkan mereka tak berdaya saat serangan hama ulat contong pada daun dan batang di tahun 2010. Kemudian serangan jamur pada buahnya di musim penghujan 2012 dan 2013.Padahal petani pernah menderita saat tanaman kakao terendam luapan banjir tahun 2011 lalu yang membusukkan daun, bunga dan buahnya.
"Masalah lain tak stabilnya harga biji kakao di pasaran. Pernah mencapai Rp 18 ribu perkilogram di tahun 2010 dan setelah itu sulit beranjak dari Rp 11 ribu atau Rp 13 ribu perkilogram. Padahal petani menginginkan minimal bisa mencapai Rp 15 ribu perkilogram, mengingat sulitnya pengolahan pasca panennya." (Dwi/krjogja.com)
=============================================================
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
