Ribuan Tanaman Terong Terserang Hama

MIRIT (www.beritakebumen.info) - Sejumlah petani di Desa Wiromartan, Kecamatan Mirit mengeluhkan serangan hama percak buah pada tanaman terong. Hama tersebut menyerang ribuan tanaman terong yang akan memasuki masa panen. Serangan tersebut terjadi sejak seminggu terakhir dan hingga kini belum bisa diatasi. Akibatnya, buah terong tersebut tak laku dijual dan hanya dibuang atau untuk pakan ternak.

Salah satu petani Desa Wiromartan, Kecamatan Mirit, Paring (40) yang memiliki 3.000 tanaman terong menduga, serangan hama itu disebabkan kondisi cuaca yang tidak stabil. Empat hari lalu, suhu udara di wilayah Desa Wiromartan panas. Pada sore harinya, pada kulit buah terong terdapat bercak hitam. Bercak tersebut kemudian melebar ke seluruh bagian buah hingga kulit terong membusuk.

"Isi buah terong tidak busuk. Yang busuk hanya kulitnya saja. Tetapi karena rusak, buah terong pun tak laku dijual. Hampir seluruh tanaman saya terserang hama itu," katanya, Kamis (7/3).

Dia menjelaskan, serangan hama itu tidak hanya terjadi di Desa Wiromartan, melainkan terjadi di hampir seluruh kawasan Urut Sewu. Akibat serangan hama itu petani mengalami kerugian jutaan rupiah. ''Petani tidak bisa menikmati harga jual terong yang rata-rata mencapai Rp 2.000 per kilogram, kami jelas rugi," keluhnya.

Penyemprotan

Petani lain, Sartu (27) mengatakan, petani sudah berupaya mengendalikan hama tersebut dengan melakukan penyemprotan pestisida, tetapi hama tak kunjung mereda. Hingga kini petani belum mengatahui secara pasti jenis dan nama hama tersebut, mengingat baru kali ini tanaman terong terserang hama tersebut. "Kami sebut hama itu dengan hama percak buah," katanya.

Menanggapi masalah itu, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian dan Peternakan, Ir Machasin mengatakan, pihaknya akan segera mengecek serangan hama tersebut. Sejauh ini pihaknya belum bisa menjelaskan secara rinci jenis hama tersebut. "Karena tidak melihat langsung, saya belum bisa menjelaskan," katanya.

Dia mengatakan, hama yang menyerang tanaman atau buah terong bisa ditimbulkan dari berbagai hal, seperti kondisi cuaca, kelembaban udara dan penggunaan pupuk atau pestisida secara berlebihan. Pihaknya meminta kepada petani untuk selalu berkoordinasi dengan pihak terkait jika terdapat serangan atau gejala serangan hama agar segera bisa diatasi. "Kami akan segera mengecek ke lapangan," tegasnya. (K42-45,88/suaramerdeka)


=============================================================
KOMENTAR PEMBACA | KOMENTAR FACEBOOKER

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Previous Post Next Post