Penambang Batu Cadas Pager Kodok, Penuh Risiko, Sehari Peroleh Rp 25 Ribu

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Kulit yang terlihat legam akibat tersengat sinar matahari dan kucuran keringat dari tubuh mereka tak lagi dipedulikan. Setiap hari Muslimin (57) warga Desa Wonosari, Kecamatan Kebumen dan kawan-kawan bekerja keras berjibaku menggempur batu cadas yang terhampar luas di wilayah Pager Kodok, Desa Wonosari, Kecamatan Kebumen. Mulai pagi buta mereka menambang batu cadas hingga petang tiba.

Tidak hanya sekadar mengambil batu, penambangan itu dilakukan dengan menggempur bebatuan alam pada ketinggian diatas dua puluh meter. Pada ketinggian tersebut, para penambang yang terbagi dalam enam kelompok itu sama sekali tidak menggunakan alat pengaman. Mereka hanya berbekal gancu untuk menghancurkan batu. Batu yang telah ditambang kemudian dibiarkan jatuh ke bawah untuk dimasukkan ke truk yang sudah mengantre sejak lama.

Pada saat ini bahaya sejatinya mengancam penambang lain yang berada di bawah tebing. “Kami sudah terbiasa dengan pekerjaan ini,” tutur Muslimin (57) saat ditemui di lokasi penambangan batu Pager Kodok, Desa Wonosari, Kecamatan Kebumen, kemarin.

Setiap kelompok penambang yang rata-rata beranggotakan 10 hingga 15 orang itu sudah melakukan penambang sejak puluhan tahun. Untuk bisa mengambil batu yang berada pada ketinggian diatas dua puluh meter, para penambang membuat tangga pada pegunungan batu cadas itu.

“Tangga itu kami buat selama menambang batu mulai dari bawah. Di beberapa lokasi, ketinggian tangga itu sekitar 30 meter. Dan sampai sekarang masih digunakan untuk menambang. Alhamdulillah, sampai sekarang belum pernah terjadi kecelakaan maut. Paling hanya kecelakaan ringan saja,” ungkapnya.

Dia menuturkan, lokasi pegunungan batu itu merupakan lahan milik warga. Para penambang hanya memberi jatah kepada pemilik lahan sebanyak Rp 5.000 untuk setiap satu truk batu yang dikumpulkan. Sementara, upah mengumpulkan batu satu truk itu sebanyak Rp 50.000, yang kemudian dibagi rata kepada anggota kelompok. Dalam sehari para penambang itu mampu mengumpulkan batu sebanyak 10 truk. Dari hasil pekerjaan penuh risiko itu, rata-rata para penambang bisa mendapat upah sebanyak Rp 20.000 - Rp 25.000 per hari. “Kalau pesanan banyak ya hasilnya akan banyak. Setiap akan memulai bekerja, kami selalu berdoa semoga selalu diberi keselamatan,” ujar penambang lain, Suyanto (34). (Rinto Hariyadi-78/suaramerdeka.com)


=============================================================
KOMENTAR PEMBACA

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Previous Post Next Post