| salah satu rusa totol hasil penangkaran. Foto: Dasih D/krjogja |
"Selain ditopang oleh iklim yang sama dengan habitat asalnya, penangkaran berhasil karena menerapkan tehnik pemeliharaan rusa yang benar. Diantaranya, pemenuhan kebutuhan pakan, air minum dan kebutuhan lainnya," jelas Kabid Kehutanan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kebumen, Ir Sus Agus Sutirto, di lokasi penangkaran, Rabu (20/2).
Sedangkan M Sangidun usai menerima penghargaan dari Menteri Kehutanan di kompleks rumah dinas Bupati kebumen beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa dengan kepedulian terhadap kelestarian disertai ketekunan, usaha penangkarannya bisa berhasil dengan baik.
Lokasi penangkaran luasnya 2.500 meter pesegi, berada di tepi jalan Daendels Munggu yang ramai dilewati kendaraan bermotor. Namun habitatnya teduh dan tenang karena berupa kerimbunan pepohonan dilengkapi kolam-kolam kecil dan dikelilingi pagar tembok setinggi 3 meter dan sejenis bambu hias. Sedangkan pakannya berupa rumput dan aneka dedaunan.
" Pakannya memang mirip pakan kambing. Asalkan pakannya tercukupi dan habitatnya teduh tenang , binatang ini bisa hidup dan berkembang biak dengan baik," jelas Sus Agus Sutirto.
Aktifitas penangkaran sejak tahun 2009 lalu itu kini dihuni 12 ekor rusa jenis rusa totol (Axis axis) dan rusa polos (Axis deer) dari keturunan kedua yang berasal dari sebuah kebun binatang di Jakarta. Sedangkan rusa indukannya berasal dari sebuah cagar alam di Jawa Barat. (Dwi/krjogja.com)
=============================================================
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!