Delapan Rumah dan Baliho Iklan Roboh

Rumah rusak tertimpa pohon yang tumbang di Desa Jemur. (Foto: Sukmawan/krjogja)
KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Hujan lebat disertai angin kencang terjadi si Kebumen, Jumat (22/2) pukul 21.15. Delapan rumah di empat kecamatan serta sejumlah papan reklame dan baliho roboh.

Bahkan pepohonan di pekarangan, dan di dalam kota pun banyak tumbang akibat angin kencang. Situasi di Alun-alun Kebumen serta pusat jajan Jalan Mayjen Sutoyo mencekam, tiba-tiba hujan lebat dan angin ribut datang. Maklum, kala itu pengunjung di Alun-alun dan pusat jajan masih ramai.

Mendadak angin kencang bertiup disertai hujan lebat. Bahkan angin lisus beputar-putar di udara sehingga membuat beberapa atap warung tenda PKL terlepas. Pepohonan di sepanjang Jalan A Yani juga tumbang.

Sementara itu aliran listrik di dalam kota Kebumen padam. Warga pun tak berani keluar rumah. Hingga kemarin, BPBD dan PMI Kebumen terus mendata kerugian akibat bencana angin kencang itu. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Sekretaris PMI juga Kepala Markas PMI Kebumen Wikan Tris Junanto menyebutkan, dari laporan PMI Ranting diperoleh informasi delapan rumah roboh dan rusak akibat angin ribut di Kecamatan Klirong, Petanahan, Ambal dan Kebumen. Rata-rata rumah roboh atau rusak tertimpa pohon besar di dekatnya.

Bantuan PMI

Di Desa Kedungsari, Klirong dua rumah warga tertimpa pohon akibat tiupan angin kencang. Salah satunya menimpa rumah San Jais (81), atapnya hancur akibat pohon kelapa tumbang. “Namun tak ada korban jiwa,’’ tandas Wikan seraya menambahkan, Sabtu lalu, staf Markas PMI memberikan bantuan bagi para korban rumah rusak.

Di Kota Kebumen, sejumlah papan reklame, baliho dan atap rumah juga rusak atau jebol disapu angin. Bahkan sebuah baliho besar di Kompleks Taman Kota Kebumen roboh lantaran tiangnya tak kuat menahan beban. Beruntung, lokasi baliho itu di pojok taman sehingga tidak menimpa warga yang bermain di taman kota tersebut.

Di Kecamatan Petanahan, dua rumah di Dukuh Beji Desa Karangrejo ambruk diketahui milik Sartimin dan Langsir. Kejadian pukul 10.15 ketika tiba-tiba hujan deras disertai angin kencang pada malam itu.

Wikan mengimbau warga rumahnya di dekat pepohonan atau di bawah perbukitan saat hujan lebat berhati-hati. Apalagi di akhir Februari sampai Maret ini diperkirakan cuaca ekstrem kerap terjadi, terutama saat hujan disertai angin kencang pada malam hari.

Menurut Wikan, warga di kawasan pantai selatan atau pegunungn rata-rata memiliki pekarangan dan pepohonan di sekitar rumah. Bila ada pohon tua, miring atau dahannya membahayakan maka sebaiknya ditebang agar tidak tumbang disapu angin.(B3-52/suara merdeka)


=============================================================
KOMENTAR PEMBACA

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
أحدث أقدم