SRUWENG(www.beritakebumen.info) - Puji syukur terus terucap dari mulut Purwadi (28) yang lolos dari maut meski truk yang disopiri hancur disambar KA Lodaya di perlintasan KA tanpa palang pintu Desa Jabres, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, Rabu (30/1) sekitar pukul 10.45 WIB.
Sesekali ia pun mengerang menahan sakit, terutama di bagian kaki. "Alhamdulillah saya masih diberi umur panjang," ucap Purwadi warga Desa Giwangretno, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, ketika ditemui di RSU PKU Muhammadiyah Sruweng.
Purwadi hanya sebagai buruh sopir. Saat kejadian, ia mengangkut batu cadas yang diambil dari Karangsambung untuk diantar ke Masjid Jimbun Giwangretno. Dengan penghasilan Rp 30 ribu perhari, ia menghidupi istri dan anak semata wayangnya yang masih berumur 10 bulan.
"Sebelum menyeberangi rel, saya sempat berhenti sejenak untuk tengok kanan kiri. Karena tidak melihat ada kereta, saya kembali melanjutkan perjalanan," ungkap Purwadi yang terpental dari tempat duduk sopir.
Purwadi dilarikan ke RSU PKU Muhammadiyah Sruweng begitu ditemukan warga dalam kondisi luka tidak jauh dari truk yang hancur. Warga sempat tidak percaya dengan apa yang dialami Purwadi.
"Begitu terdengar suara benturan keras, saya keluar rumah. Di perlintasan, saya melihat ada truk tertabrak KA. Bersama warga, kami langsung lari ke tempat kejadian. Saya melihat kabin truk remuk, dan ada orang terluka berada tidak jauh dari kabin truk yang remuk. Setelah ditanya, mengaku sopir truk itu. Kami sempat tidak percaya ia selamat karena melihat kabin truk remuk," papar Marso (60) warga setempat.
Kapolsek Sruweng AKP Sudarmo DS, memastikan di dalam kabin truk dengan nomor polisi AA 1578 SD itu, hanya ada sopir. Ditegaskan pula, di lokasi kejadian sudah ada rambu peringatan. (Suk/krjogja)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Sesekali ia pun mengerang menahan sakit, terutama di bagian kaki. "Alhamdulillah saya masih diberi umur panjang," ucap Purwadi warga Desa Giwangretno, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, ketika ditemui di RSU PKU Muhammadiyah Sruweng.
Purwadi hanya sebagai buruh sopir. Saat kejadian, ia mengangkut batu cadas yang diambil dari Karangsambung untuk diantar ke Masjid Jimbun Giwangretno. Dengan penghasilan Rp 30 ribu perhari, ia menghidupi istri dan anak semata wayangnya yang masih berumur 10 bulan.
"Sebelum menyeberangi rel, saya sempat berhenti sejenak untuk tengok kanan kiri. Karena tidak melihat ada kereta, saya kembali melanjutkan perjalanan," ungkap Purwadi yang terpental dari tempat duduk sopir.
Purwadi dilarikan ke RSU PKU Muhammadiyah Sruweng begitu ditemukan warga dalam kondisi luka tidak jauh dari truk yang hancur. Warga sempat tidak percaya dengan apa yang dialami Purwadi.
"Begitu terdengar suara benturan keras, saya keluar rumah. Di perlintasan, saya melihat ada truk tertabrak KA. Bersama warga, kami langsung lari ke tempat kejadian. Saya melihat kabin truk remuk, dan ada orang terluka berada tidak jauh dari kabin truk yang remuk. Setelah ditanya, mengaku sopir truk itu. Kami sempat tidak percaya ia selamat karena melihat kabin truk remuk," papar Marso (60) warga setempat.
Kapolsek Sruweng AKP Sudarmo DS, memastikan di dalam kabin truk dengan nomor polisi AA 1578 SD itu, hanya ada sopir. Ditegaskan pula, di lokasi kejadian sudah ada rambu peringatan. (Suk/krjogja)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
kenapa di jalan yang ramai dilalui banyak kendaraan & sering terjadi kecelakaan tidak dibangun pintu perlintasan KA?
ReplyDeleteapakah pemerintah tidak memiliki dana untuk membangun pintu perlintasan KA?
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!