KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Angin kencang disertai gelombang besar setinggi 3-4 meter, membuat nelayan Kabupaten Kebumen tidak berani melaut. Cuaca yang tidak bersahabat sudah terjadi selama seminggu.
"Sebenarnya saat ini lagi musim ikan bawal. Namun gelombangnya besar sehingga nelayan tidak berani melaut," jelas Sekretaris II HNSI Kabupaten Kebumen, Sadimin, Selasa (15/1).
Menurutnya, angin yang berhembus kencang dari arah barat ke timur. Kondisi itu membuat nelayan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Karangduwur dan Argopeni tidak ada yang berani melaut. Pasalnya, lokasi pendaratan perahu berada di sebelah barat bukit yang menjorok ke laut atau tanjung sehingga langsung diterpa angin.
Berbeda di TPI Pasir yang lokasi pendaratan perahunya berada di sebelah timur tanjung sehingga angin tidak langsung menerjang. Meski begitu, hanya sedikit nelayan TPI Pasir yang berani melaut.
"Nelayan Pasir yang melaut, tetap tidak berani ke tengah laut karena di tengah laut anginnya kencang dan gelombangnya besar. Mereka hanya berani di pinggiran untuk menjaring siput atau keong laut," kata Sadimin seraya mengatakan harga siput laut Rp 10 ribu hingga Rp 18 ribu perkilogram.
Diperkirakan, cuaca buruk masih terus berlangsung hingga akhir Januari. Saat libur melaut, nelayan memanfaatkan waktunya dengan bekerja di ladang serta memperbaiki jaring dan perahu. (Suk/krjogja.com)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
"Sebenarnya saat ini lagi musim ikan bawal. Namun gelombangnya besar sehingga nelayan tidak berani melaut," jelas Sekretaris II HNSI Kabupaten Kebumen, Sadimin, Selasa (15/1).
Menurutnya, angin yang berhembus kencang dari arah barat ke timur. Kondisi itu membuat nelayan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Karangduwur dan Argopeni tidak ada yang berani melaut. Pasalnya, lokasi pendaratan perahu berada di sebelah barat bukit yang menjorok ke laut atau tanjung sehingga langsung diterpa angin.
Berbeda di TPI Pasir yang lokasi pendaratan perahunya berada di sebelah timur tanjung sehingga angin tidak langsung menerjang. Meski begitu, hanya sedikit nelayan TPI Pasir yang berani melaut.
"Nelayan Pasir yang melaut, tetap tidak berani ke tengah laut karena di tengah laut anginnya kencang dan gelombangnya besar. Mereka hanya berani di pinggiran untuk menjaring siput atau keong laut," kata Sadimin seraya mengatakan harga siput laut Rp 10 ribu hingga Rp 18 ribu perkilogram.
Diperkirakan, cuaca buruk masih terus berlangsung hingga akhir Januari. Saat libur melaut, nelayan memanfaatkan waktunya dengan bekerja di ladang serta memperbaiki jaring dan perahu. (Suk/krjogja.com)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!