Proyek Pembangunan SMAN 1 Kebumen Ambruk

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Proyek pembangunan sekolah yang ambruk saat sedang pengerjaan kembali terjadi di Kebumen. Kali ini bangunan yang ambruk terjadi di SMA Negeri 1 Kebumen, Jumat (11/1).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.30 tersebut. Namun seorang pekerja yang diketahui bernama Ahmad (25) yang sedang melakukan pengecoran mengalami luka di bagian tangan.

Warga Petanahan tersebut sempat dilarikan ke RSUD Kebumen untuk mendapatkan perawatan. Namun karena hanya menderita luka ringan, korban hanya mendapatkan perawatan jalan.

Menurut Pardi (44), salah satu pekerja yang menyaksikan kejadian itu, peristiwa tersebut bermula saat sejumlah pekerja melakukan pengecoran bagian dak di sisi barat proyek tersebut. "Namun tiba-tiba lantai yang dicor ambles ke bawah," ujar Pardi saat ditemui suaramerdeka.com di lokasi kejadian.

Ambruknya bangunan di sekolah yang berada di Jalan Mayjen Sutoyo No 7 Kebumen itu diduga karena penahan cor tidak kuat menahan beban cor beton. Pantas saja, pasalnya dari pengamatan suaramerdeka.com, penahan di lokasi ambruknya dak tersebut hanya menggunakan kayu. Sementara beberapa bagian lain, penahan cor menggunakan penahan dari besi.

Wakil Kepala Kesiswaan SMAN 1 Kebumen, Siswadi SPd memastikan tidak ada peserta didik maupun guru yang menjadi korban ambruknya bangunan tersebut. Pasalnya saat kejadian para siswa tengah mengikuti pembelajaran di kelas. Saat ditanya lebih lanjut, Siswadi enggan memberikan banyak komentar.

"Untuk lengkapnya, bisa langsung menghubungi kepala sekolah," ujarnya seraya menyebutkan ruang kelas dan guru tersebut dikerjakan secara swakelola.

Bantuan Sosial

Sementara itu, pada saat yang sama Kepala SMAN 1 Kebumen, Drs H Waldiyono MMPd sedang berada di Medan dalam rangka kunjungan kerja. Sementara itu dari papan proyek yang tergeletak di sisi timur bangunan diketahui, total anggaran untuk proyek pembangunan tersebut mencapai Rp 3,878 miliar.

Dana tersebut berasal dari APBN Perubahan 2012 melalui pos Bantuan Sosial SMA sebesar Rp 1,4 miliar. Jumlah itu ditambah imbal swadaya masyarakat sebesar Rp 2,478 miliar.

Dari catatan suaramerdeka.com, gedung sekolah yang ambruk saat direhab bukan sekali ini terjadi. Sebelumnya, gedung ruangan kelas 1 dan 2 SDN 3 Giripurno, Kecamatan Karanganyar ambruk saat sedang direnovasi, pada 11 Desember 2012 lalu.

Ambruknya gedung tersebut diduga akibat tembok bangunan lama yang lapuk sehingga tidak kuat menahan beban atap berupa rangka baja ringan dan genteng yang baru dipasang tiga hari sebelum kejadian. ( Supriyanto / CN15 / JBSM / suaramerdeka.com)

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

Previous Post Next Post