Mahasiswi Ukraina : " Kebumen is such kind of hidden beauty"

KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Surat pembaca atau kiriman dari Duta Wisata Kebumen tentang potensi wisata Kebumen yang mendapat pujian dari mahasiswa asing. Sudah seharusnya Kebumen mempromosikan wisatanya ke tingkat dunia.

Pada akhir tahun 2012 kemarin tepatnya tanggal 30 sampai 31-Des-2012 yang lalu, saya mengajak dua teman saya yang merupakan mahasiswi pertukaran belajar dari Ukraina untuk menjelajah Kebumen dan mengenal lebih dalam mengenai sisi sosial, budaya, humanisme, dan tempat-tempat wisata di Kab. Kebumen.

Salah satu tempat wisata yang kami kunjungi adalah Pantai Suwuk yang mana mereka begitu menikmati suasana sunrise yang begitu indah, gerbang pintu masuk objek wisata Pantai Suwuk yang atraktif, mencicipi makanan khasnya seperti lepet dan peyek yutug (yutuk,undur-undur), memotret bunga-bunga berwarna pink (yang sayapun tidak tahu namanya apa) yang tersebar luas di bawah rimbunan pohon cemara yang tersebar rimbun di pinggir pantai, berjemur di pantai, berkeliling melihat koleksi hewan yang ada di kebun binatang mini Pantai Suwuk, dan memotret berbagai hal unik yang ada di Pantai ini seperti memotret bapak-bapak pencari yutug yang berjalan menyisiri ombak pantai dengan menggunakan alat pengais dari bambu yang digunakan bapak-bapak tersebut untuk lebih mudah dalam mencari yutug.

Kedua teman saya ini berdecak kagum menikmati alam khas Kebumen, mulai dari orang-orangnya yang ramah, objek wisatanya yang begitu indah dan unik, kulinernya yang beragam, dan kekayaan alamnya yang masih terjaga. Yang jadi catatan mereka juga tentang kebersihan Pantai Suwuk yang kurang terawat karena masih banyak ditemukan sampah disana-sini yang kurang sedap dipandang mata dan sesekali meninggalkan bau yang menyengat. Dua teman saya ini juga berkata kepada saya bahwa amat sayang sekali kalau tempat sebagus dan seindah Kebumen tidak dipromosikan secara lebih merata karena kebanyakan wisatwan dari luar negeri hanya tahu tiga tempat di Indonesia yaitu Bali, Jakarta, dan Jogja. Bagi kedua teman saya Kebumen tak sekedar tempat wisata, tapi tempat perenungan untuk belajar bagaimana alam dan bumi terbentuk. Karena selain saya mengajaknya ke Pantai Suwuk, saya juga mengajak mereka menjelajah Gua Jatijajar yang menurut mereka amat juga sangat indah dengan stalagtit dan stalagmitnya yang menggantung cantik sembari turun ke mata air gua untuk membuktikan khasiat mata air didalamnya.

Sayang, rencana saya untuk mengajak mereka menjelajah Gua Petruk dan kawasan geologi LIPI Krangsambung tertunda karena sore H-1 menjelang tahun baru mereka harus kembalike Jogja untuk merayakan tahun baru disana bersama teman-teman pertukaran pelajar lainnya dan kedua teman saya tersebut berencana akan menjelajah Kebumen kembali sebelum mereka kembali ke negaranya mereka pada akhir Maret.

Satu hal yang mereka apresiasi lagi dari Kebumen adalah "KEBUMEN is such kind of hidden beauty area which save so many uniqueness and potential of natural resources. So, your people might share it widely to around the world" yang artinya "Kebumen adalah sebuah wilayah yang memiliki keindahan yang tersembunyi dengan ditambah keunikan alamnya yang potensial. Maka, warga Kebumen sudah seharusnya mempromosikan dan membaginya ke seluruh dunia."

Tanpa bermaksud berlebihan atau bagaimana, ini memang sudah tugas kita sebagai warga Kebumen untuk lebih kreatif, peka, dan komunikatif dalam membagi dan mengenalkan informasi segala sesuatu yang ada soal Kab. Kebumen ke wilayah aksebilitas yang lebih luas jangkauannya. Hal ini tentunya tak aan berjalan baik jika tanpa adanya dukungan dari pihak Pemda Kab. Kebumen, swasta, dan seluruh masyarakat Kab. Kebumen pada umumnya. :)

Pengirim : Novanda Alim Setya Nugraha (Duta Wisata Kebumen 2013) pada dinding grup facebook BERITA KEBUMEN

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

Previous Post Next Post