KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Dua orang berboncengan sepeda motor membabi-buta melepas tembakan ke gereja yang penuh jamaah. Pelaku langsung kabur meninggalkan situasi kacau dengan suara jerit ketakutan. Bahkan seorang Polisi yang melakukan pengamanan, tergeletak berlumuran darah terkena timah panas.
Aksi brutal itu ada dalam simulasi mengantisipasi aksi terorisme serta gangguan Kamtibmas yang berlangsung di Mapolres Kebumen, Kamis (13/12). Simulasi dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru 2013, dipimpin langsung oleh Kapolres Kebumen AKBP Heru Trisasono SIK MSi.
Kesigapan semua jajaran membuahkan hasil. Dalam waktu tidak terlalu lama, kedua pelaku berhasil disergap di jalan. Meski begitu, tidak mudah dilumpuhkan karena pelaku melakukan perlawanan meski sudah diberi tembakan peringatan.
Upaya terakhir terpaksa dilakukan petugas dengan mengarahkan tembakan ke tubuh pelaku. Satu pelaku berhasil dirobohkan, sedangkan yang satu tak berkutik ketika ditangkap hidup-hidup.
Peristiwa tersebut berbuntut aksi massa yang menggereduk Mapolres. Massa menilai tindakan Polisi sangat berlebihan. Massa yang terhasut provokator, menyebut pelaku teror hanyalah pelanggar lalu lintas.
Aksi sempat berlangsung anarkis sebelum berhasil dihalau pasukan Dalmas Inti bersenjata lengkap. Provokatornya pun berhasil diamankan.
"Simulasi sangat diperlukan agar personel benar-benar siap menghadapi segala situasi. Dalam situasi apapun, tindakan personel juga harus sesuai prosedur," tegas AKBP Heru melalui Kasubag Humas AKP Junani Jumantoro. (Suk/krjogja.com)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Aksi brutal itu ada dalam simulasi mengantisipasi aksi terorisme serta gangguan Kamtibmas yang berlangsung di Mapolres Kebumen, Kamis (13/12). Simulasi dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru 2013, dipimpin langsung oleh Kapolres Kebumen AKBP Heru Trisasono SIK MSi.
Kesigapan semua jajaran membuahkan hasil. Dalam waktu tidak terlalu lama, kedua pelaku berhasil disergap di jalan. Meski begitu, tidak mudah dilumpuhkan karena pelaku melakukan perlawanan meski sudah diberi tembakan peringatan.
Upaya terakhir terpaksa dilakukan petugas dengan mengarahkan tembakan ke tubuh pelaku. Satu pelaku berhasil dirobohkan, sedangkan yang satu tak berkutik ketika ditangkap hidup-hidup.
Peristiwa tersebut berbuntut aksi massa yang menggereduk Mapolres. Massa menilai tindakan Polisi sangat berlebihan. Massa yang terhasut provokator, menyebut pelaku teror hanyalah pelanggar lalu lintas.
Aksi sempat berlangsung anarkis sebelum berhasil dihalau pasukan Dalmas Inti bersenjata lengkap. Provokatornya pun berhasil diamankan.
"Simulasi sangat diperlukan agar personel benar-benar siap menghadapi segala situasi. Dalam situasi apapun, tindakan personel juga harus sesuai prosedur," tegas AKBP Heru melalui Kasubag Humas AKP Junani Jumantoro. (Suk/krjogja.com)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!