PURING (www.beritakebumen.info) - Sebuah kapal nelayan asal Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara terdampar di pantai selatan Kebumen, persisnya di Dusun Cemuris, Desa Sidoharjo, Kecamatan Puring, Kamis (22/11).Delapan anak buah kapal (ABK) selamat dalam peristiwa yang terjadi pada pukul 06.00 tersebut. Hingga berita ini diturunkan mereka masih berada di Mapolsek Puring.
Dari pantauan Suara Merdeka, KLM Tunas Makmur GT 93 yang diketahui milik PT Halmahera Jaya Abadi tersebut masih berada sekitar 75 meter dari bibir pantai. Saat pertama kali terdampar kondisi kapal masih utuh. Namun karena dihantam ombak, kapal kayu berukuran 22,10 x 6,54 x 2,58 meter tersebut pecah.
Menurut penuturan Kapten KLM Tunas Makmur Akmal Latif, peristiwa itu bermula saat mereka berangkat melaut dari Pelabuhan Wanci, Kabupaten Wakatobi pada 4 Nopember lalu. Namun sekitar seminggu lalu mesin kapal mengalami kerusakan. Mesin rusak terjadi saat posisi mereka berada sekitar 300 mil dari Pantai Lombok, Nusa Tenggara Barat.
"Selama seminggu kami terombang-ambing di lautan. Kami tidak bisa meminta pertolongan karena alat komunikasi tidak berfungsi," ujar Akmal kepada Suara Merdeka di sela-sela menjemur pakaian di Mapolsek Puring.
Hingga kemarin, lanjut dia, sekitar pukul 03.00 dini hari, kapal mereka terdampar di pantai. Kendati dekat dengan daratan, mereka tidak langsung turun ke darat dan memilih menunggu hari mulai terang. Baru pada pagi harinya, dengan menggunakan pelampung dia bersama tujuh ABK menyelamatkan diri ke darat.
"Meski kapal rusak, kami tetap bersyukur masih diberikan keselamatan," imbuh Akmal seraya menyebutkan kerugian yang mereka tanggung hingga ratusan juta.
Bekal Mencukupi
Menurut dia, sebenarnya stok makanan di dalam kapal masih tersedia hingga dua minggu ke depan. Sebab biasanya, sekali melaut mereka berada di lautan selama sebulan. Mereka biasanya membawa pulang sebanyak 1 ton ikan tangkapan yang sudah dikeringkan.
"Rute pencarian ikan kami memang berbeda-beda tergantung musim. Biasanya mencari ikan di perairan Ambon dan Flores," ujarnya seraya seraya menghubungi keluarga istrinya yang tinggal di Cirebon.
Kapolres Kebumen AKBP Heru Trisasono SIK MSi melalui Kapolsek Puring AKP Aryo Winarto mengatakan, sejumlah barang milik nelayan yang diamankan di Mapolsek antara lain tujuh pelampung, empat jerigen berisi solar, satu jerigen berisi minyak tanah.
Sementara itu, adanya kapal terdampar pertama kali diketahui oleh Mugiono (28) dan Ari Untanto (32). Warga Desa Sidoharjo itu melihat kapal yang terdampar dan delapan orang ABK terapung berenang ke tepian pantai. Mereka sempat menolong sebelum mengantarkannya ke Mapolsek Puring.
Dari catatan Suara Merdeka, terdamparnya kapal di wilayah itu tidak hanya sekali. Pada 10 Oktober lalu, sebuah bangkai kapal penangkap ikan juga terdampar di pantai Desa Sidoharjo, Puring. Hingga saat ini kapal berukuran sekitar 25x5x5 meter itu masih misterius karena tidak diketahui pemiliknya. Bahkan para nelayan Cilacap yang mendatangi lokasi kejadian tidak mengenali kapal itu. (J19-45,47/suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Dari pantauan Suara Merdeka, KLM Tunas Makmur GT 93 yang diketahui milik PT Halmahera Jaya Abadi tersebut masih berada sekitar 75 meter dari bibir pantai. Saat pertama kali terdampar kondisi kapal masih utuh. Namun karena dihantam ombak, kapal kayu berukuran 22,10 x 6,54 x 2,58 meter tersebut pecah.
Menurut penuturan Kapten KLM Tunas Makmur Akmal Latif, peristiwa itu bermula saat mereka berangkat melaut dari Pelabuhan Wanci, Kabupaten Wakatobi pada 4 Nopember lalu. Namun sekitar seminggu lalu mesin kapal mengalami kerusakan. Mesin rusak terjadi saat posisi mereka berada sekitar 300 mil dari Pantai Lombok, Nusa Tenggara Barat.
"Selama seminggu kami terombang-ambing di lautan. Kami tidak bisa meminta pertolongan karena alat komunikasi tidak berfungsi," ujar Akmal kepada Suara Merdeka di sela-sela menjemur pakaian di Mapolsek Puring.
Hingga kemarin, lanjut dia, sekitar pukul 03.00 dini hari, kapal mereka terdampar di pantai. Kendati dekat dengan daratan, mereka tidak langsung turun ke darat dan memilih menunggu hari mulai terang. Baru pada pagi harinya, dengan menggunakan pelampung dia bersama tujuh ABK menyelamatkan diri ke darat.
"Meski kapal rusak, kami tetap bersyukur masih diberikan keselamatan," imbuh Akmal seraya menyebutkan kerugian yang mereka tanggung hingga ratusan juta.
Bekal Mencukupi
Menurut dia, sebenarnya stok makanan di dalam kapal masih tersedia hingga dua minggu ke depan. Sebab biasanya, sekali melaut mereka berada di lautan selama sebulan. Mereka biasanya membawa pulang sebanyak 1 ton ikan tangkapan yang sudah dikeringkan.
"Rute pencarian ikan kami memang berbeda-beda tergantung musim. Biasanya mencari ikan di perairan Ambon dan Flores," ujarnya seraya seraya menghubungi keluarga istrinya yang tinggal di Cirebon.
Kapolres Kebumen AKBP Heru Trisasono SIK MSi melalui Kapolsek Puring AKP Aryo Winarto mengatakan, sejumlah barang milik nelayan yang diamankan di Mapolsek antara lain tujuh pelampung, empat jerigen berisi solar, satu jerigen berisi minyak tanah.
Sementara itu, adanya kapal terdampar pertama kali diketahui oleh Mugiono (28) dan Ari Untanto (32). Warga Desa Sidoharjo itu melihat kapal yang terdampar dan delapan orang ABK terapung berenang ke tepian pantai. Mereka sempat menolong sebelum mengantarkannya ke Mapolsek Puring.
Dari catatan Suara Merdeka, terdamparnya kapal di wilayah itu tidak hanya sekali. Pada 10 Oktober lalu, sebuah bangkai kapal penangkap ikan juga terdampar di pantai Desa Sidoharjo, Puring. Hingga saat ini kapal berukuran sekitar 25x5x5 meter itu masih misterius karena tidak diketahui pemiliknya. Bahkan para nelayan Cilacap yang mendatangi lokasi kejadian tidak mengenali kapal itu. (J19-45,47/suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!