KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Ketua BPC Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kebumen Munawarudin mengakui kesulitan mendapatkan tenaga kerja saat maraknya pembangunan fisik tahun anggaran 2012 sehingga mendatangkan dari luar daerah seperti Wonogiri dan Gunungkidul.
Menurut Munawaruddin, Kamis (8/11/2012) volume pekerjaan saat ini tinggi dan memiliki tingkat kesulitan lebih besar terutama pada detail teknisnya. Akibatnya, terjadi krisis ketenagakerjaan ini.
"Contoh proyeknya pembangunan Pasar Tumenggungan Kebumen senilai Rp 53 miliar dan RSUD tipe B Kebumen senilai Rp 30 miliar. Proyek-proyek semacam itu tentu tak bisa dikerjakan oleh pekerja berkemampuan seadanya. Biasanya meminta rekanan daerah lain agar mencarikan pekerja yang kami butuhkan," jelas Munawarudin. (Dwi/krjogja.com)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Menurut Munawaruddin, Kamis (8/11/2012) volume pekerjaan saat ini tinggi dan memiliki tingkat kesulitan lebih besar terutama pada detail teknisnya. Akibatnya, terjadi krisis ketenagakerjaan ini.
"Contoh proyeknya pembangunan Pasar Tumenggungan Kebumen senilai Rp 53 miliar dan RSUD tipe B Kebumen senilai Rp 30 miliar. Proyek-proyek semacam itu tentu tak bisa dikerjakan oleh pekerja berkemampuan seadanya. Biasanya meminta rekanan daerah lain agar mencarikan pekerja yang kami butuhkan," jelas Munawarudin. (Dwi/krjogja.com)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!