![]() |
| Jalan yang ambrol sebelum dibrojong. (Foto: rachmat/bk) |
Proyek senilai Rp 2,4 milyar tersebut digarap oleh CV Mitra Abadi Demak Jawa Tengah, sejak awal oktober yang lalu. Namun baru saja satu minggu ditinggal pergi, setelah proyek usai, bronjong tersebut ambrol lagi, bahkan ambrolnya lebih parah.
Hal ini disampaikan oleh Kasmudin (67) yang rumahnya berada di bawah bronjong tersebut. "Kami khawatir kalau bronjong terus mengalami ambrol, sementara rumah kami berada di bawah bronjong. Ketika banjir tiba, air pasti menghantam rumah-rumah yang berada di bawah bronjong," katanya, Selasa (27/11).
Menurutnya, bronjong yang mengalami ambrol hingga dua kali, menandakan pembangunan yang asal-asalan saja, tidak disesuaikan dengan kondisi tanah dan derasnya air mengalir ketika banjir tiba.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Sungai dan Pantai Dinas SDA-ESDM Kebumen Bambang Sudarmadji BE SSos menjelaskan, selama 5 bulan setelah proyek selesai digarap, segala sesuatunya masih tanggung jawab proyek pelaksana, termasuk kalau terjadi kerusakan.
Bambang melanjutkan, untuk pembangunan bronjong di Desa Kalisono Kecamatan Karangsambung, sesuai dengan spek yang tidak ada paku buminya. "Kalau harus menggunakan paku bumi anggaran tidak cukup," pungkasnya.(kebumen ekspres)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP

إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!