KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Kerusakan daerah aliran sungai (DAS) yang terjadi di Kabupaten Kebumen sudah makin parah. Erosi, tanah longsor, dan banjir bandang menjadi ancaman serius setiap musim penghujan tiba. Salah satu kerusakan terparah terjadi di sepanjang Sungai Luk Ulo mulai hulu hingga hilir sungai.
Ancaman tanah longsor tidak hanya melanda area pertanian, tetapi juga menggerus pemukiman pendudukan hingga fasilitas umum. Di wilayah RT 01 RW 02 Kelurahan Panjer, Kebumen, setidaknya 15 rumah terancam longsor. Selain sejumlah rumah sudah hilang terbawa longsor, warga setempat juga kehilangan sebuah mushala.
Yang mengkhawatirkan longsor di Sungai Luk Ulo juga terancam keberadaan rel kereta api yang melintasi sungai tersebut. Padahal jika hal itu terjadi jalur KA Surabaya-Jakarta yang melalui Yogyakarta akan terputus.Sebelum itu terjadi, upaya penanganan tampaknya telah dilakukan oleh PT KAI.
Dari pantauan sejumlah pekerja tengah memasang bronjong untuk mengamankan rel KA. Mereka mengaku sudah sebulan terakhir ini bekerja mamasang batu-batu dalam bronjong. Namun upaya tersebut oleh dinilai sejumlah warga setempat sebagai upaya yang sia-sia.
"Jika penambangan pasir di hulu Sungai Luk Ulo terus dibiarkan, tunggu saja kota Kebumen akan menjadi sungai," ujar Sakiman (51) salah satu warga yang rumahnya terancam longsor.
Secara terpisah, Kepala Bidang Sungai dan Pantai pada Dinas Sumber Daya Air Energi Sumber Daya Mineral (SDA ESDM) Kebumen, Bambang Sudarmadji BE SSos mengakui ancaman longsor menimpa sejumlah titik di Sungai Luk Ulo. (J19-91/suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Ancaman tanah longsor tidak hanya melanda area pertanian, tetapi juga menggerus pemukiman pendudukan hingga fasilitas umum. Di wilayah RT 01 RW 02 Kelurahan Panjer, Kebumen, setidaknya 15 rumah terancam longsor. Selain sejumlah rumah sudah hilang terbawa longsor, warga setempat juga kehilangan sebuah mushala.
Yang mengkhawatirkan longsor di Sungai Luk Ulo juga terancam keberadaan rel kereta api yang melintasi sungai tersebut. Padahal jika hal itu terjadi jalur KA Surabaya-Jakarta yang melalui Yogyakarta akan terputus.Sebelum itu terjadi, upaya penanganan tampaknya telah dilakukan oleh PT KAI.
Dari pantauan sejumlah pekerja tengah memasang bronjong untuk mengamankan rel KA. Mereka mengaku sudah sebulan terakhir ini bekerja mamasang batu-batu dalam bronjong. Namun upaya tersebut oleh dinilai sejumlah warga setempat sebagai upaya yang sia-sia.
"Jika penambangan pasir di hulu Sungai Luk Ulo terus dibiarkan, tunggu saja kota Kebumen akan menjadi sungai," ujar Sakiman (51) salah satu warga yang rumahnya terancam longsor.
Secara terpisah, Kepala Bidang Sungai dan Pantai pada Dinas Sumber Daya Air Energi Sumber Daya Mineral (SDA ESDM) Kebumen, Bambang Sudarmadji BE SSos mengakui ancaman longsor menimpa sejumlah titik di Sungai Luk Ulo. (J19-91/suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!