PADURESO (www.beritakebumen.info) - Pola hidup masyarakat yang berada di wilayah perbatasan Kebumen-Wonosobo masih sangat memprihatinkan. Mayoritas warga Desa Padureso, Kecamatan Padureso tidak memiliki jamban untuk keperluan buang air besar dan kecil. Mereka biasa buang air besar di pekarangan. Keprihatinan itu disebabkan tingkat kemiskinan yang cukup tinggi.
Dari pada untuk membuat jamban, mending uang itu untuk membeli beras dan membayar sekolah anak,î ungkap Ketua RT1 / RW 2 Desa Padureso, Teguh Sukarman, kemarin. Dia menjelaskan, belum memadainya sistem sanitasi lingkungan menyebabkan kesehatan warga juga sering terganggu. Pasalnya, kotoran yang dibuang di pekarangan itu sangat mudah tercemar ke pemukiman warga melalui hewan seperti kucing, ayam dan lalat. "Hewan-hewan tersebut biasa berada di tempat kumuh kemdian masuk ke rumah warga. Otomatis kondisi lingkungan rumah juga tidak steril,'' tuturnya.
Dijelaskan dia, pertumbuhan ekonomi di wilayah Desa Padureso memang terbilang sangat lambat. Itu dipengaruhi oleh kondisi alam yang bermedan perbukitan. "Sehingga sektor pertanian kurang berkembang,'' imbuh Teguh. Untuk menyukupi kebutuhan sehari-hari warga hanya berprofesi sebagai buruh tani. Beberapa warga bercocok tanam singkong untuk dijual. Lahan pertanian Padureso kesulitan air, sehingga warga hanya tanam singkong dan beberapa palawija saja,î ungkap dia. Lemahnya ekonomi warga, lanjut dia sangat berpengaruh terhadap pola kehidupan warga. Selain itu, tingkat kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat juga masih rendah. "Karena itu, dibutuhkan penanganan khusus untuk mengatasi masalah tersebut,'' jelas Teguh.(K42-91,47/suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Dari pada untuk membuat jamban, mending uang itu untuk membeli beras dan membayar sekolah anak,î ungkap Ketua RT1 / RW 2 Desa Padureso, Teguh Sukarman, kemarin. Dia menjelaskan, belum memadainya sistem sanitasi lingkungan menyebabkan kesehatan warga juga sering terganggu. Pasalnya, kotoran yang dibuang di pekarangan itu sangat mudah tercemar ke pemukiman warga melalui hewan seperti kucing, ayam dan lalat. "Hewan-hewan tersebut biasa berada di tempat kumuh kemdian masuk ke rumah warga. Otomatis kondisi lingkungan rumah juga tidak steril,'' tuturnya.
Dijelaskan dia, pertumbuhan ekonomi di wilayah Desa Padureso memang terbilang sangat lambat. Itu dipengaruhi oleh kondisi alam yang bermedan perbukitan. "Sehingga sektor pertanian kurang berkembang,'' imbuh Teguh. Untuk menyukupi kebutuhan sehari-hari warga hanya berprofesi sebagai buruh tani. Beberapa warga bercocok tanam singkong untuk dijual. Lahan pertanian Padureso kesulitan air, sehingga warga hanya tanam singkong dan beberapa palawija saja,î ungkap dia. Lemahnya ekonomi warga, lanjut dia sangat berpengaruh terhadap pola kehidupan warga. Selain itu, tingkat kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat juga masih rendah. "Karena itu, dibutuhkan penanganan khusus untuk mengatasi masalah tersebut,'' jelas Teguh.(K42-91,47/suaramerdeka)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
Post a Comment
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!