KEBUMEN (www.beritakebumen.info) - Perajin anyaman pandan di Kabupaten Kebumen belum mandiri untuk melakukan ekspor produksnya sehingga masih tergantung pada pihak ketiga termasuk menentukan harga jual.
"Sampai sekarang order untuk ekspor memang masih lancar. Namun sayangnya sebagian besar perajin sebatas sebagai produsen barang. Selanjutnya barang ditampung pihak ketiga yang menangani semua urusan ekspornya," ungkap Maryani (45), perajin anyaman pandan di Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen.
Menurutnya sebagian besar pihak ketiga itu berasal dari Yogyakarta sedangkan di Kebumen cuma ada satu pengusaha. Namun, belum mampu menampung produk para perajin lokal. (Dwi/krjogja)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
"Sampai sekarang order untuk ekspor memang masih lancar. Namun sayangnya sebagian besar perajin sebatas sebagai produsen barang. Selanjutnya barang ditampung pihak ketiga yang menangani semua urusan ekspornya," ungkap Maryani (45), perajin anyaman pandan di Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen.
Menurutnya sebagian besar pihak ketiga itu berasal dari Yogyakarta sedangkan di Kebumen cuma ada satu pengusaha. Namun, belum mampu menampung produk para perajin lokal. (Dwi/krjogja)
=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP
إرسال تعليق
Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!